KabarMakassar.com – Dalam dua pekan terakhir, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Jeneponto mencatat adanya 14 laporan pencurian meteran udara (kilometer) dari pelanggan di sejumlah wilayah.
“Hingga hari ini, sudah ada 14 laporan pencurian yang kami terima,” kata Kepala Bagian (Kabag) Administrasi dan Umum PDAM Jeneponto, Leo Senopati, Jumat (02/05).
Berdasarkan laporan ini, pihaknya menyebut jika daerah yang paling dominan terjadinya pencurian berada di Kecamatan Binamu, khususnya di Jalan Pelita, Kelurahan Empoang, dan terbaru terjadi di area sekitar Cafe Diagonal Belokallong.
Selain Binamu, pihaknya juga menerima laporan pencurian kilometer di Kecamatan Tamalatea, yang aksesnya juga berada di sekitar Jalan poros Kelurahan Bontotangnga.
Dengan banyaknya laporan tersebut, pihaknya kini berkoordinasi dengan bagian pembaca meteran dan pengecekan lapangan. PDAM juga telah melakukan pemeriksaan di sejumlah lokasi yang terpasang CCTV dan juga berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti laporan tersebut.
Meskipun PDAM telah berkoordinasi dengan pihak terkait, hingga saat ini belum ada bukti kuat yang diserahkan ke pihak kepolisian. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama yang bermukim di sekitar jalan poros atau area rawan lainnya.
“Kami minta warga lebih waspada dan jika memungkinkan, melakukan pengamanan tambahan terhadap instalasi meteran air di rumah atau tempat usaha masing-masing. Jika menemukan hal mencurigakan, segera laporkan ke aparat setempat,” tambahnya.
PDAM Jeneponto berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan meningkatkan komunikasi dengan aparat hukum demi mencegah terjadinya pencurian lebih lanjut.














