KabarMakassar.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menegaskan penataan kawasan Pantai Losari tidak menyasar seluruh pedagang kaki lima yang ada di Anjungan.
Penertiban difokuskan pada pedagang asongan, sementara pedagang pisang epe tetap dipertahankan sebagai ikon kuliner daerah.
Kepala UPTD Losari, Muliyani Rosa, meluruskan adanya kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat terkait isu penggusuran di kawasan tersebut.
“Tidak ada penggusuran. Kami tidak pernah mengeluarkan pernyataan itu. Yang ada adalah penataan, dan pedagang disiapkan tempat baru,” tegasnya, Sabtu (04/04).
Ia menjelaskan, kebijakan ini merupakan arahan Wali Kota Makassar untuk mengembalikan identitas kuliner Losari, khususnya pisang epe yang selama ini menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.
“Pisang epe tetap ada, karena itu ikon kuliner Losari. Yang dipindahkan itu pedagang asongan, ini harus dibedakan,” jelas Muliyani.
Menurutnya, selama ini terdapat dua kategori pedagang di kawasan Anjungan Pantai Losari, yakni pedagang pisang epe dan pedagang asongan. Namun, perbedaan tersebut kerap tidak dipahami sehingga memunculkan persepsi keliru di publik.
“Memang ada simpang siur. Banyak yang mengira semua pedagang itu pisang epe, padahal tidak. Ada asongan yang memang akan ditertibkan,” ujarnya.
Muliyani juga mengakui pihaknya telah menerbitkan surat peringatan (SP2) sebagai bagian dari proses penataan kepada pedagang asongan. Meski demikian, langkah tersebut bukan berarti penggusuran akan dilakukan dalam waktu dekat.
“SP2 sudah ada, tapi itu bagian dari tahapan penataan. Untuk penggusuran, tidak ada,” katanya.
Ia menambahkan, fokus utama pemerintah saat ini adalah menata ulang kawasan agar lebih tertib dan nyaman tanpa menghilangkan identitas kuliner khas yang telah melekat di Pantai Losari saat ini.
“Yang mau ditertibkan itu yang semrawut, supaya Losari kembali tertata dan ikon kulinernya tetap terjaga,” tukasnya.














