KabarMakassar.com – Media sosial dihebohkan dengan video makanan berulat yang disajikan di salah satu sekolah di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Video berdurasi empat detik itu menampilkan lauk ayam di wadah stainless steel yang diisi ulat kecil, disertai suara riuh anak-anak di sekitarnya.
Hasil penelusuran mengungkap video tersebut direkam di Sekolah Ulul Al-Bab, BTN Romanga, Kecamatan Binamu. Kepala Sekolah Ulul Al-Bab, Ustad Arif membenarkan kejadian tersebut.
Kepala Sekolah Ulul Al-Bab, Ustad Arif, mengakui insiden tersebut saat dikonfirmasi pada Kamis (25/09). Ia menjelaskan bahwa video itu direkam oleh salah seorang guru di sekolahnya.
“Ada satu tempat Pak yang sempat di video sama guru kelas, tapi setelah saya cek, kayak kurang jelas juga, yang mana sebenarnya yang punya ulat, apa daging/minyaknya ini yang saya tidak tahu jelas,” ungkap Ustad Arif.
Ia juga menegaskan bahwa setelah laporan tersebut diterima, pihak sekolah langsung bertindak cepat untuk mengembalikan makanan tersebut ke penyedia dapur yang terletak di Kelurahan Pabiringa. Hanya saja kata dia, tak semua makanan tersebut dikembalikan ke dapur.
“Kalau temuan, iya, pernah ada, makanya saya telepon pihak dapur untuk memastikan lagi bahan-bahan makanan, dan itu hari saya suruh kembalikan,” tambahnya.
Meski pihak sekolah sudah mengambil langkah, insiden ini tetap menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan orang tua dan guru.
Kekhawatiran itu pun disampaikan oleh salah keluarga siswa yang enggan disebutkan identitasnya. Ia kemudian mempertanyakan standar kebersihan dan kualitas makanan yang diberikan, mengingat makanan ini merupakan asupan harian bagi anak-anak namun kejadian tersebut, terkadang tak dijadikan sebagai pelajaran bagi penyedia makanan.
“Sebenarnya sudah banyak kejadian terkait MBG di Sekolah-sekolah cuman ditutupin. Ada yang sudah busuk, nasinya basi, berulat, pokoknya ada yang baunya menyengat,” katanya.
Insiden ini kembali menjadi pengingat bagi semua pihak, terutama sekolah dan penyedia jasa katering, untuk tidak pernah mengabaikan standar kebersihan dan kualitas makanan, demi menjamin kesehatan dan keselamatan anak-anak sebagai generasi penerus.
Apalagi saat ini, progam Makanan Bergizi (MBG) diberbagai daerah tengah berpolemik lantaran banyaknya kasus keracunan makanan.
Olehnya itu, ia meminta pihak terkait atau pun Presiden Prabowo Subianto, segera menyelidiki temuan kasus ini.
“Saya berharap Presiden turun tangan agar kejadian ini tak terulang kembali,”harapnya.














