KabarMakassar.com — DPRD Kota Makassar melalui Fraksi PDI-P optimistis Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Makassar bisa berjalan dengan aman dan kondusif khususnya tingkat SD dan SMP.
Anggota DPRD Kota Makassar, Al Hidayat Samsu mengatakan Pemkot Makassar bisa menjalankan PTM dengan baik dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
“Biarkan provinsi yang daring. Kalau kita jangan, harus tatap muka. Karena siswa SD dan SMP butuh belajar dengan intens kepada guru. Materi ataupun pembelajaran kurang diserap jika belajar secara daring di rumah," ungkap anggota Fraksi PDI-P, Minggu (20/2).
Sejalan dengan itu, wakil rakyat itu juga aktif sosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pendidikan.
“Kita butuh belajar tatap muka agar anak-anak kita ini bisa paham apa yang dipelajari. Utamanya potensinya kita harus tahu,” kata Al Hidayat Samsu seraya mengingatkan kepada orang tua siswa agar mereka bisa mengikuti program vaksinasi.
Sementara, legislator Golkar Nurul Hidayat menilai perlunya sinergi antara pemerintah dan para pedagang dalam memberdayakan pasar tradisional serta penataan pasar modern.
Dimana DPRD Makassar, kata Nurul bahwa pentingnya sosialisasi Perda nomor 15 tahun 2009 tentang Perlindungan, Pemberdayaan Pasar Tradisional dan Penataan Pasar Modern Kota Makassar.
Nurul Hidayat menjelaskan bahwa pentingnya perlindungan pasar tradisional dan penataan untuk pasar modern yang ada di Kota Makassar, agar nantinya masyarakat paham bagaimana pasar tersebut bisa beroperasi di suatu tempat.
“Sekarang kasus yang terjadi di pasar-pasar akibat langkanya minyak goreng. Itu kenapa? Karena pedagang pasar modern yang menjamur secara tidak paham masuk ke pasar tradisional menawarkan lebih murah, begitu juga sebaliknya,” kata Nurul.
Menurut anggota Komisi B DPRD Makassar ini, masyarakat masih cenderung melakukan komunikasi dan transaksi di pasar tradisional sehingga perlu adanya pemahaman yang baik terkait hak dan kewajiban masyarakat guna kelancaran proses tersebut.













