KabarMakassar.com — Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Institut NTI Jeneponto menggelar Penyuluhan Gizi Komprehensif di Kantor Desa Paitana pada Jumat (20/06).
Kegiatan bertajuk “Sinergi Tiga Pilar untuk Generasi Bebas Stunting: Dari Pra-Nikah hingga Balita” ini dirancang khusus untuk membekali masyarakat Desa Paitana dengan pengetahuan penting mengenai upaya pencegahan stunting dan menciptakan generasi yang sehat dari berbagai lini.
Acara yang dimulai pukul 13.30 WITA ini juga dapat terselenggara berkat bantuan Kepala Desa Paitana, Darmiati HL. Meski beliau tak sempat hadir secara langsung namun dukungan finansial dan kontribusi besar dari para Kepala Dusun serta bantuan dari para narasumber dan dukungan penuh dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Sahabuddin Tompo,, sangat vital dalam menghadirkan beragam elemen masyarakat.
Terlihat partisipasi aktif dari perangkat desa, para kader posyandu, orang tua balita dan anak-anak, serta para remaja putri dan calon pengantin yang menjadi fokus utama dalam konteks pencegahan dini.
Kehadiran narasumber ahli dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Turatea dan Puskesmas Bontomate’ne juga kian memperkaya diskusi dan, menghadirkan perspektif yang komprehensif.
MC kita, Wahdini Nurung, membuka acara dengan antusias, menjelaskan tujuan mulia kegiatan yang menekankan pentingnya sinergi untuk masa depan generasi bebas stunting.
Sambutan hangat dari Koordinator Desa KKN sekaligus moderator acara, Aulia Arif, turut membakar semangat peserta, menegaskan komitmen bersama untuk mewujudkan Desa Paitana yang lebih sehat dan berdaya.
Sesi inti penyuluhan menjadi sorotan utama, dengan Aulia Arif yang sigap memandu jalannya diskusi. Narasumber pertama dari KUA Turatea, Bapak Muhammadong, membuka sesi dengan memberikan perspektif keagamaan yang mendalam.
Beliau menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan dan memberikan gizi terbaik bagi keluarga sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab orang tua, serta pentingnya persiapan kesehatan dan gizi bagi calon pengantin. Pesan ini beresonansi kuat dengan audiens, memperkuat motivasi mereka untuk menerapkan pola hidup sehat.
Berikutnya, narasumber dari Puskesmas Bontomate’ne, Ibu Maryuni Lahabo, SKM., MKM., mengambil alih. Beliau mengupas tuntas tentang gizi seimbang untuk tumbuh kembang anak usia balita ke atas, serta peran vital Posyandu dalam pemantauan kesehatan dan gizi.
Ia juga menekankan praktik kebersihan dan sanitasi yang merupakan kunci pencegahan stunting, serta pentingnya edukasi bagi remaja terkait kesehatan reproduksi dan gizi sebagai persiapan pra-nikah.
Setelah sesi penyuluhan, suasana menjadi lebih interaktif dengan kuis-kuis edukatif seputar gizi. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam menjawab pertanyaan dan berpartisipasi aktif. Beberapa diskusi ringan juga terjadi, di mana masyarakat berbagi pemahaman dan pengalaman mereka.
Sebagai puncak acara, tim KKNT INTI Jeneponto mendistribusikan bingkisan gizi untuk anak-anak stunting. Bingkisan ini merupakan hasil dana dari para donatur dan pihak yang menyumbang, berisi telur sebagai sumber protein hewani, tempe sebagai protein nabati, serta selingan biskuit dan buah segar.
Bantuan ini langsung disalurkan ke anak-anak yang teridentifikasi stunting, menegaskan komitmen kolaborasi dalam aksi nyata untuk menekan angka stunting di Desa Paitana.
Seluruh peserta dengan lantang bersama-sama mengucapkan komitmen untuk menerapkan pola gizi yang baik demi masa depan anak-anak Desa Paitana. Penyerahan simbolis materi edukasi berupa poster dan leaflet kepada perwakilan kader dan masyarakat juga dilakukan, sebagai bentuk penyerahan estafet informasi.
Melalui kegiatan Penyuluhan Gizi Komprehensif ini, KKNT INTI Jeneponto berharap telah berhasil meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat Desa Paitana, khususnya para remaja dan orang tua, tentang betapa pentingnya sinergi antara keluarga, tenaga kesehatan, dan lembaga agama dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting. Acara ditutup dengan doa dan sesi foto bersama, meninggalkan kesan positif dan harapan besar akan masa depan gizi yang lebih baik di Desa Paitana.
