KabarMakassar.com — Selain mengawasi jalannya produksi dan distribusi makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga menyoroti pentingnya pengawasan di tingkat penerima manfaat, yaitu sekolah-sekolah dan madrasah.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Kementerian Agama (Kemenag) untuk melibatkan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dalam pengawasan.
UKS akan dilibatkan untuk memeriksa kualitas makanan sebelum dikonsumsi siswa.
“Setidaknya begitu makanan datang, kita bisa ajarin warnanya ada yang berubah, baunya aneh atau tidak,” ujar Budi.
Lebih jauh, Budi menegaskan bahwa program pemantauan status gizi siswa akan menjadi bagian dari sistem pengawasan menyeluruh.
Kemenkes akan mengukur tinggi dan berat badan siswa setiap enam bulan, dengan pencatatan detail berbasis by name by address. Data ini akan menjadi bahan evaluasi program secara berkala.
Tidak hanya itu, cakupan survei gizi nasional juga akan diperluas. Jika sebelumnya survei hanya fokus pada isu stunting, maka ke depan survei gizi tahunan juga akan menyasar anak-anak sekolah di atas usia lima tahun.
“Survei gizi nasional ini nanti akan ditambah untuk anak-anak di atas lima tahun khususnya anak sekolah,” ujarnya.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan kembali pentingnya peran Kemenkes. Menurutnya, kehadiran Kemenkes dalam program ini memastikan aspek kualitas dan keamanan makanan benar-benar terjamin.
“Tentu ada tantangan dan kekurangan tapi komitmen pemerintah jelas respons cepat, perbaiki sistem, perkuat tata kelola MBG secara menyeluruh,” ungkap Zulkifli.
Dia menambahkan, pemerintah berkomitmen untuk menjalankan program MBG secara aman, layak, dan sesuai standar. Menurut Zulkifli, program ini memiliki misi jangka panjang untuk membentuk generasi unggul.
“MBG adalah hak dasar warga negara dalam memenuhi asupan dan gizi yang layak agar menjadi generasi unggul masa yang akan datang,” pungkas Zulkifli.














