kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Kemenag Sulsel Siagakan 492 Masjid Ramah Pemudik Idulfitri

Kemenag Sulsel Siagakan 492 Masjid Ramah Pemudik Idulfitri
Peta sebaran masjid ramah pemudik. (Dok: Ist)

KabarMakassar.com – Menyambut arus mudik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi Selatan meluncurkan program strategis bertajuk “Ramah Pemudik”.

Program ini bertujuan memberikan kenyamanan maksimal bagi para musafir yang melintasi wilayah Sulawesi Selatan.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid, saat menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Kesiapan Operasi Ketupat-2026 di Hotel Harper Makassar, Kamis (05/03).

Dalam paparannya, Ali Yafid mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendata sebanyak 492 masjid di Sulawesi Selatan yang siap dialihfungsikan sebagai posko pelayanan ramah pemudik. Masjid-masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi tempat istirahat yang aman dan nyaman.

“Sesuai kebijakan Menteri Agama, kami memaksimalkan penggunaan masjid sebagai tempat beristirahat sekaligus layanan bagi para musafir. Saat ini sudah ada 492 masjid yang siap,” ujar Ali Yafid

Layanan di Masjid Ramah Pemudik ini mencakup akses operasional 24 jam, pengamanan area ibadah dan parkir kendaraan, kebersihan toilet dan ketersediaan air wudhu yang prima, fasilitas pengisian daya gawai (charger), penyediaan air minum dan makanan ringan (snack) dan pusat informasi bagi para pemudik.

Selain masjid, Kemenag Sulsel juga menginstruksikan Satuan Kerja (Satker) di bawah naungannya, seperti Kantor Urusan Agama (KUA) dan Madrasah yang berada di jalur utama mudik, untuk turut membuka fasilitasnya bagi masyarakat.

“Kami sudah sampaikan agar lokasi-lokasi yang ditunjuk memasang spanduk atau petunjuk ‘Masjid Ramah Pemudik’. Ini menjadi ladang amal saleh bagi kita semua agar tradisi mudik berjalan aman dan lancar,” sambungnya.

Terkait penetapan hari raya, Ali Yafid menyebut adanya potensi perbedaan waktu Idulfitri 1447 H, yang diprediksi jatuh pada tanggal 20 atau 21 Maret 2026 berdasarkan pemantauan sementara BMKG dan Badan Hisab Rukyat Sulsel.

Meski demikian, pihaknya meminta masyarakat menunggu hasil resmi Sidang Isbat Kemenag RI yang dijadwalkan pada 19 Maret 2026.

“Saya yakin umat kita sudah dewasa menyikapi perbedaan. Yang utama adalah ukhuwah atau rasa persaudaraan tetap terjaga. Koordinasi lintas sektor ini menjadi kunci agar pelayanan masyarakat tetap tertib dan nyaman,” pungkasnya

error: Content is protected !!