KabarMakassar.com — Kementerian Agama (Kemenag) tengah mempersiapkan pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren.
Hal ini dilakukan sebagai upaya memperkuat kelembagaan pendidikan keagamaan di Indonesia.
Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii menyatakan harapan agar pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren dapat segera direalisasikan, bahkan ditargetkan sebagai kado istimewa dalam peringatan Hari Santri pada 22 Oktober mendatang.
“Kalau bisa menjadi kado untuk Hari Santri tanggal 22 Oktober yang akan datang. Kementerian Agama kehilangan Ditjen Haji, tapi bisa menambah Ditjen Pesantren,” ujar Romo Syafii.
Menurutnya, pembentukan Ditjen ini merupakan bentuk perhatian serius negara terhadap eksistensi dan peran strategis pesantren dalam membina umat serta membentuk karakter bangsa.
Selama ini, pesantren disebut telah memainkan peran penting dalam pendidikan yang tidak hanya berbasis keilmuan, tetapi juga nilai-nilai moral dan kebangsaan.
“Pesantren adalah kekuatan pendidikan yang perlu mendapat dukungan kelembagaan yang lebih kokoh,” sebutnya.
Selain Ditjen Pesantren, Kemenag juga menyiapkan pembentukan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Keagamaan.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya menyatukan koordinasi lintas agama di bidang pendidikan tinggi dalam satu struktur kelembagaan yang lebih terintegrasi.
“Saya sudah berkomunikasi dengan Dirjen Bimas Kristen, Dirjen Bimas Hindu, Dirjen Bimas Buddha, dan Kepala Pusat Konghucu untuk membuat naskah akademik tentang Ditjen Pendidikan Tinggi Keagamaan. Saya mau itu dijadikan satu atap,” ungkapnya.
Dia menambahkan bahwa pembentukan struktur baru ini juga bertujuan untuk menciptakan sistem relokasi anggaran yang lebih transparan dan terukur.
“Dia yang mengatur relokasi anggaran itu lebih transparan,” ujarnya.
Tak hanya itu, Romo Muhammad Syafii juga menyoroti perlunya membentuk Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Keagamaan.
Menurut dia, hal ini bisa mengatasi ketimpangan distribusi anggaran pendidikan di berbagai jenjang.
“Saya juga ingin kita membuat Ditjen Dikdasmen Keagamaan karena selama ini anggaran yang digelontorkan sangat jomplang,” pungkasnya.














