kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Kakanwil Kemenag Sulsel Susuri Terowongan Silaturahim, Bukti Nyata Kerukunan Umat

Kakanwil Kemenag Sulsel Susuri Terowongan Silaturahim, Bukti Nyata Kerukunan Umat
Kakanwil Kemenag Sulsel dan tokoh lintas agama FKUB Sulsel (Dok : Ist).

KabarMakassar.com — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi Selatan, Ali Yafid, bersama tokoh lintas agama dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulsel, melakukan kunjungan ke Terowongan Silaturahim yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral di Jakarta, pada Selasa (05/08).

Kunjungan ini menjadi momen penting dalam memperkuat komitmen kebangsaan dan mempererat jalinan persaudaraan antarumat beragama.

Terowongan Silaturahim sendiri merupakan simbol kuat dari harmoni dan toleransi, menghubungkan dua rumah ibadah besar, Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral yang berdiri berdampingan di jantung Ibu Kota.

“Kunjungan ke Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta, yang dihubungkan oleh Terowongan Silaturahim, bukan sekadar perjalanan fisik. Ini adalah perjalanan batin menuju persaudaraan sejati,” ungkapnya

Ia menegaskan, keberadaan Terowongan Silaturahim menjadi bukti nyata bahwa kerukunan umat beragama di Indonesia bukanlah utopia, melainkan realitas yang hidup dan terus tumbuh.

“Terowongan ini menjadi simbol nyata bahwa kerukunan antarumat beragama di Indonesia bukan hanya mimpi, tapi nyata dan hidup,” tambahnya.

Ali Yafid juga menyampaikan bahwa Kemenag Sulsel akan terus menguatkan program moderasi beragama, termasuk internalisasi Kurikulum Berbasis Cinta, membuka ruang dialog lintas iman, serta memperkuat kolaborasi dengan FKUB dan lembaga keagamaan lainnya.

“Kerukunan umat beragama tak cukup dibicarakan, tapi harus dibuktikan. Seperti yang kita saksikan hari ini di Istiqlal dan Katedral. Ini adalah bukti bahwa kita bisa berbeda keyakinan, tetapi tetap bersaudara,” tegasnya.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa di tengah kompleksitas kehidupan berbangsa dan beragama, Indonesia tetap memiliki fondasi yang kokoh dalam menjaga keharmonisan: saling menghormati, saling memahami, dan saling menjaga.

error: Content is protected !!