kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Jumlah Personel Manggala Agni Masih Minim, Sulsel Rentan Kebakaran Lahan

Jumlah Personel Manggala Agni Masih Minim, Sulsel Rentan Kebakaran Lahan
Ilustrasi Manggala Agni (Dok : Ist).

KabarMakassar.com — Jumlah personel polisi hutan dan Manggala Agni di Sulawesi Selatan dinilai belum memadai untuk mengimbangi luasnya kawasan hutan yang perlu diawasi dan dilindungi dari risiko kebakaran.

Minimnya personel menjadi perhatian khusus Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, mengingat wilayah Sulsel kerap terdampak kebakaran lahan, terutama di musim kemarau.

Hal ini disampaikan langsung oleh Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Hubungan Antar Lembaga, Fahrizal, saat menghadiri rapat koordinasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sulawesi Selatan, belum lama ini.

Dia menyebut bahwa meski sudah ada tim Manggala Agni, kapasitas dan jumlah mereka masih terbatas.

“Terutama untuk tenaga Manggala Agni yang di KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) ada 70 orang. Itu memang jumlahnya masih terbatas. Kami juga punya personel di Manggala Agni. Jadi ini juga saling membantu nantinya,” kata Fahrizal.

Dia juga mengakui bahwa kualitas personel yang ada masih berada pada tingkat dasar. Oleh karena itu, pemerintah pusat melalui balai kehutanan akan menyiapkan program peningkatan kapasitas melalui pelatihan teknis.

“Manggala Agni yang dimiliki KPH masih di tingkat pemula. Ini bisa di-upscaling. Bisa dilakukan diklat pelatihan untuk peningkatan kapasitas mereka dan balai siap. Balai milik kehutanan siap melakukan upscaling atau diklat pada tenaga-tenaga Manggala Agni yang dikelola di bawah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Sementara itu, dari sisi data, Kementerian LHK mencatat setidaknya 400 hektare lahan terbakar di Sulsel sepanjang Januari hingga awal Juli 2025.

Meski angka ini tidak masuk dalam kategori kebakaran hutan, mayoritas kejadian berada di area penggunaan lain (APL) yang digunakan untuk pertanian dan perkebunan.

“Untuk hotspot cukup banyak, dan setelah diidentifikasi sebagian itu adalah pada kawasan pertanian dan perkebunan. Di luar kawasan hutan, dia berada di kawasan APL dan luasannya kurang lebih 400 hektar dari Januari sampai Juli awal,” jelas Fahrizal.

error: Content is protected !!