KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus menjalin komunikasi dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) terkait kelanjutan program kerja sama di daerah. Pertemuan terbaru membahas keberlanjutan pendampingan teknis dari lembaga kerja sama internasional tersebut.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menyampaikan bahwa masa tugas Tenaga Ahli JICA, Shintani Naoyuki, akan segera berakhir tahun depan. Posisi tersebut nantinya akan digantikan oleh advisor baru.
“JICA itu tahun 2026 pada bulan April sampai Juni itu mungkin advisornya ada di sini namanya Pak Shintani, itu akan berakhir, akan diganti oleh new advisor. Modelnya pendampingan JICA dulu kan di provinsi, sekarang tinggal satu di Kementerian Dalam Negeri di Ditjen Pembangunan Daerah,” kata Jufri usai pertemuan, Rabu (01/10/2025).
Menurut Jufri, perubahan skema pendampingan ini sempat menimbulkan kekhawatiran. Namun, dia menegaskan adanya jaminan dari pihak JICA bahwa program yang sudah berjalan akan tetap berlanjut.
“Tetapi tadi Wakil Kepala JICA Indonesia, Pak Nakamura (Hirotaka Nakamura) itu sudah memberi jaminan bahwa insyaallah new advisor itu akan melanjutkan program-program yang telah diterapkan dan dicapai oleh Pak Shintani,” ujarnya.
Meski demikian, dia menilai kehadiran advisor baru yang berkedudukan di Jakarta bisa menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, dengan cakupan wilayah Indonesia yang sangat luas, keberadaan satu orang advisor dianggap kurang memadai.
“Jadi jangan khawatir karena program tetap akan berlanjut. Cuma sekarang tidak lagi stay di Makassar, dia stay di kementerian. Saya bilang agak repot itu, kenapa? Karena Indonesia itu ada 416 kabupaten, 98 kota, 38 provinsi. Kalau cuma satu orang yang bertugas agak repot,” jelasnya.
Selain soal lokasi, Jufri juga mengungkapkan kendala yang dihadapi JICA dari sisi penganggaran. Meski begitu, niat baik dari lembaga asal Jepang tersebut untuk tetap memberi pendampingan dinilai sebagai sinyal positif.
“Jadi saya sudah sampaikan tadi, kalau memang harus ada new advisor, nanti sering-sering berkunjung ke Sulawesi Selatan. Karena di Sulawesi Selatan banyak praktik baik yang sudah dilakukan oleh JICA. Dan saya sarankan praktik baik yang sudah berhasil itu sebaiknya di scaling up, diangkat ke level nasional, jadi program seluruh Indonesia,” pungkasnya.
