Kabarmakassar.com — Ribuan jenis produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) telah dipamerkan pada side event G20 di Bali. Tamu delegasi dari 20 negara yang ikut serta pun melihat langsung seperti apa produk UMKM yang dimiliki oleh seluruh provinsi di Indonesia.
Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) pun ikut andil dalam kesempatan tersebut. Sejumlah produk UMKM yang dipamerkan divalidasi telah melalui verifikasi kualitas, berikut produknya.
1. Songkok Recca
Songkok ini terbuat dari bahan dasar serat pohon lontar yang merupakan pohon khas Sulawesi. Untuk membuat satu buah songkok bukanlah hal yang mudah, dibutuhkan waktu dua minggu lantaran proses pembuatan serta bahan alaminya yang rumit. Selain itu, songkok ini juga dibalut dengan benang emas sehingga terlihat sangat elegan.
2. Kain Sutra Sengkang
Kain tenun Sengkang berasal dari Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Sengkang adalah ibu kota Kabupaten Wajo yang berjarak sekitar 190 kilometer dari Kota Makassar. Kain ini dirajut dari helaian benang yang dihasilakan oleh ulat sutra, kemudian ditenun dengan beragam motif khas antara lain motif cobo, makkalu, balo tettong, dan balo renni. Ada pula motif serupa ukiran Toraja dan aksara Bugis.
3. Briket Arang Tempurung Kelapa
Briket adalah sebuah blok bahan yang dapat dibakar dan digunakan sebagai bahan bakar untuk memulai dan mempertahankan nyala api. Dunia pun mengakui jika briket arang asal Sulsel memiliki kualitas yang baik sehingga mampu diekspor ke luar negeri.
"Prodak kami ada briket 100 persen arang tempurung kelapa. Sudah diekspor ke Korea," ujar Asriyhani, Direktur CV. Coconut International Indonesia atau CII.
4. Teh Nipah
Nipah (Nypa fruticans) dikelompokkan dalam ekosistem hutan mangrove. Produksi teh nipah di Sulsel memiliki kualitas ekspor yang baik, karena terbukti melalui uji lab Unhas jika teh nipah ini menghasilkan aktivitas antioksidan paling tinggi pada teh herbal daun nipah tersebut.
5. Gula Lontar
Gula lontar adalah gula cair paling murni yang dihasilkan oleh UMKM Sulsel. Gula ini paling spesial karena pengolahan bahannya sangat cepat karena bahan yang masih sangat segar langsung dibuat satu jam setelah diambil dari pohonnya yakni pohon lontar.
6. Sanrego
Sanregogins adalah minuman herbal dengan kandungan ekstrak Lunasia amara (sanrego) yang digunakan untuk membantu menjaga kesehatan dan menyegarkan tubuh. Selain itu Sanregogins digunakan untuk membantu melancarkan sirkulasi darah. Sandrego ini juga untuk menjaga fitalistas, menyembuhkan malaria dan diabet. Sanrego asal Sulsel ini telah mendapat riset selama 7 tahun di Jepang untuk menemukan kualitasnya.
7. Sedotan Ilalang
Produk UMKM yang satu ini banyak mencuri perhatian pengunjung G20, pasalnya produk ini terbuat dari batang rumput ilalang yang memiliki rongga sehingga berbentuk sebuah sedotan yang ramah lingkungan. Ecoproduk ini juga telah diekspor ke Korea dengan nilai ekspor 1000 rupiah per picis.
"Ekspor ke Kore, kedepannya kami berkolaborasi dengan jepang dan nanti prodak kami ini akan launching juga di Jepang. Jadi kita sudah dua kali berkunjung di kantornya di Jakarta. Kita sementara membuat MoU," Sebut Asriyhani, pelaku UMKM asal Sulsel yang sukses dengan sejumlah produk unggulanya.
Hanya saja kata Asriyhani, kendala yang dihadapi UMKM Sulsel saat ini adalah dari sisi rantai ekspor yang sangat rumit.
"Harus ada pelayaran khusus untuk briket jadi tidak bisa ekspor langung, harus ke Surabaya dulu, dibongkar di sana baru cari kontainer lagi baru bisa kirim. Soalnya biayanya bisa sampai Rp3 juta per kontener," keluhnya.














