KabarMakassar.com — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin atau biasa disapa Appi, menegaskan peran strategis Dharma Wanita Persatuan (DWP) dalam menangani persoalan sosial, khususnya stunting dan isu kesehatan masyarakat, sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Penegasan tersebut disampaikan Appi saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 DWP Kota Makassar di Hotel Claro Makassar, Selasa (16/12).
Dalam sambutannya, Appi menekankan bahwa Pemerintah Kota Makassar berkomitmen mendukung seluruh program dan inisiatif DWP yang sejalan dengan visi pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan kota yang berkelanjutan harus dimulai dari penguatan keluarga, dengan perempuan memegang peran kunci dalam membentuk karakter dan kualitas generasi muda.
“Dharma Wanita bukan hanya pendamping ASN, tetapi kekuatan utama dalam membangun ketahanan keluarga. Dari keluarga yang kuat inilah lahir aparatur yang berintegritas dan masyarakat yang berkualitas,” kata Appi.
Ia menyebut peringatan HUT DWP menjadi momentum refleksi atas kontribusi panjang organisasi tersebut dalam mendukung pembangunan bangsa melalui keluarga ASN. Appi juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi para anggota DWP yang dinilainya konsisten berkontribusi dalam berbagai program sosial dan pemberdayaan perempuan.
Secara khusus, Appi menyoroti tantangan sosial yang masih dihadapi Kota Makassar, seperti stunting, tuberkulosis (TBC), dan HIV. Ia mendorong DWP untuk mengambil peran lebih aktif dan terukur dalam upaya pencegahan dan penanganan masalah tersebut melalui kolaborasi lintas sektor.
Menurut Appi, sejumlah organisasi perempuan telah menunjukkan hasil positif melalui intervensi stunting berbasis data dan pendampingan langsung kepada keluarga berisiko. Ia menilai pendekatan tersebut perlu diperkuat dan diperluas agar dampaknya semakin dirasakan masyarakat.
“Intervensi sosial harus fokus, berkelanjutan, dan terukur. Kalau dilakukan bersama-sama, hasilnya nyata, termasuk dalam penurunan angka stunting,” ujarnya.
Appi juga kembali menegaskan filosofi yang kerap ia sampaikan, yakni “istri berdaya, suami jaya”. Menurutnya, peran perempuan yang berdaya di dalam keluarga akan berdampak langsung pada meningkatnya kinerja ASN dan efektivitas pemerintahan.
Ia menilai keharmonisan keluarga menjadi fondasi utama lahirnya generasi emas 2045. Nilai pendidikan, karakter, dan moral, kata Appi, sebagian besar ditanamkan melalui peran ibu di lingkungan keluarga.
“Menuju 2045, kita sudah berbagi peran. Ibu-ibu punya tugas sendiri, bapak-bapak juga punya tugas sendiri. Semua harus berjalan seimbang dalam keluarga yang unggul,” ucapnya.
Selain isu kesehatan dan keluarga, Appi juga mendorong DWP untuk terlibat aktif dalam pendidikan anak, penguatan ekonomi kreatif, serta promosi daerah dan pariwisata. Ia menegaskan komitmen Pemkot Makassar untuk menghadirkan pendidikan yang layak dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.
Di akhir sambutannya, Appi berharap DWP Kota Makassar terus berkembang sebagai organisasi yang kuat secara kelembagaan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, tanpa mengabaikan peran utama dalam keluarga.
“Selamat ulang tahun ke-26 untuk Dharma Wanita Persatuan Kota Makassar. Semoga terus tumbuh, berkontribusi, dan menjadi inspirasi dalam membangun keluarga, kota, dan bangsa,” tutupnya.
Peringatan HUT DWP ke-26 ini turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifly Nanda, jajaran pengurus DWP Provinsi Sulawesi Selatan dan Kota Makassar, pimpinan SKPD, serta direksi Perusda se-Kota Makassar.
