KabarMakassar.com — Rekonstruksi Jalan Lingkar Universitas Hasanuddin (Unhas) di Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, memasuki tahap betonisasi. Proyek yang dibiayai melalui APBD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2026 itu ditargetkan memperkuat konektivitas sekaligus mengurangi kemacetan di kawasan sekitar kampus.
Pembangunan jalan tersebut mencakup ruas sepanjang kurang lebih 879 meter yang terbagi dalam dua segmen, yakni di dalam dan di luar kawasan Universitas Hasanuddin. Saat ini, proses pengecoran beton mulai dilakukan sebagai bagian dari tahapan utama pekerjaan konstruksi.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan progres pembangunan berjalan sesuai rencana. Ia menyebut pekerjaan kini telah memasuki tahap betonisasi.
“Alhamdulillah progres rekonstruksi Jalan Lingkar Unhas terus berjalan dengan baik. Saat ini sudah memasuki tahap betonisasi,” kata Andi Sudirman, Senin (29/6).
Pembangunan Jalan Lingkar Unhas didanai melalui APBD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2026 dengan pagu anggaran sekitar Rp7,5 miliar. Adapun nilai kontrak pelaksanaan proyek tersebut sebesar Rp6,3 miliar.
Menurut Andi Sudirman, keberadaan Jalan Lingkar Unhas diharapkan menjadi solusi untuk mengurangi kepadatan lalu lintas yang selama ini terjadi di sekitar kawasan kampus. Jalan tersebut juga diproyeksikan menjadi jalur alternatif yang memudahkan masyarakat tanpa harus melintasi area kampus.
Selain memperlancar arus lalu lintas, pembangunan jalan itu diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat dan mempercepat akses menuju sejumlah kawasan di Tamalanrea. Perbaikan konektivitas tersebut juga dinilai dapat mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah sekitar.
“Kami memohon dukungan masyarakat selama proses pengerjaan berlangsung. Semoga para pekerja dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lancar sehingga hasilnya maksimal dan manfaatnya dapat segera dinikmati bersama,” harapnya.
Manfaat pembukaan kembali akses Jalan Lingkar Unhas mulai dirasakan warga sekitar meski proses pembangunan masih berlangsung. Warga menilai jalur tersebut memangkas waktu tempuh dibandingkan sebelumnya.
“Sebelumnya kalau mau ke pasar harus memutar dan masuk lewat kampus, begitu juga saat keluar. Sekarang setelah jalur ini dibuka kembali dan dikerjakan, perjalanan jadi lebih dekat dan nyaman,” tutur Simon, salah seorang warga.
Dia berharap proses pembangunan dapat segera diselesaikan agar akses tersebut bisa dimanfaatkan secara optimal. Mereka juga menilai keberadaan jalan baru akan memberikan dampak positif terhadap aktivitas sehari-hari.
“Kami berharap pekerjaannya cepat selesai. Terima kasih kepada Bapak Gubernur Sulsel atas perhatiannya sehingga akses kami menjadi lebih cepat,” pungkasnya.
