KabarMakassar.com — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Maros terus berupaya meningkatkan kualitas layanan keperpustakaan, salah satunya dengan menggelar Sosialisasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).
Kegiatan yang dibuka lansung oleh Bupati Maros HAS Chaidir Syam, di Aula Literasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Maros, Rabu (13/4).
Menurutnya, Perpustakaan Kabupaten Maros menjadi salahsatu perpustakaan yang dipilih oleh Perpustakaan Nasional RI sebagai perpustakaan yang melaksanakan kegiatan TPBIS.
“Program TPBIS ini merupakan program prioritas nasional yang bertujuan memperluas akses informasi melalui penguatan literasi demi terwujudnya kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat,” pungkasnya.
Ia berharap, Pemkab Maros terus berupaya meningkatkan kecerdasan dan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan perpustakaan terlebih di era kemajuan teknologi dewasa ini dimana perpustakaan harus mengambil peran menjadi salahsatu pusat informasi dan pusat kegiatan masyarakat.
Menurutnya, perpustakaan terbuka bagi siapa saja dari semua kalangan.
“Tidak ada batasan bagi masyarakat agar terwujud masyarakat yang berkeadilan dan dapat menuntaskan kemiskinan informasi,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Maros Amiruddin mengungkapkan, peserta pada kegiatan ini merupakan para Kepala Desa dan Lurah yang se-Kabupaten Maros.
“Sosialisasi yang menghadirkan para Kepala Desa dan Lurah sebagai peserta ini dimaksudkan memberikan pemahaman kepada para Kepala Desa dan Lurah atau Pengelola Perpustakaan Desa tentang bagaimana mengelola perpustakaan berbasis inklusi sosial,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan data terhimpun, dari 103 desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Maros, baru sekitar 45 yang telah miliki perpustakaan. Serta terdapat 22 desa yang mendapat replikasi perpustakaan berbasis inklusi sosial diantaranya Desa Pajukukang, Desa Baruga, Desa Bontotallasa, Desa Labuaja, Desa Borikamase dan sejumlah desa lainnya.