KabarMakassar.com — Kantor Wilayah Kementerian Haji Provinsi Sulawesi Selatan mencatat kuota haji tahun 2026 untuk Sulawesi Selatan sebanyak 9.670 jemaah. Sementara itu, Embarkasi Makassar melayani pemberangkatan jemaah haji dari delapan provinsi di kawasan Indonesia timur yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Maluku, dan Gorontalo.
Seiring dengan peningkatan kuota tersebut, sebanyak 172 petugas haji disiapkan untuk mendampingi 43 kelompok terbang (kloter) jemaah haji asal Embarkasi Makassar pada musim haji tahun ini. Setiap kloter akan didampingi oleh empat petugas dengan tugas dan peran masing-masing.
Hal tersebut disampaikan oleh Ikbal Ismail, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Provinsi Sulawesi Selatan. Ia menjelaskan, empat petugas yang mendampingi setiap kloter terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah, dokter, dan perawat.
“satu kloter didampingi empat petugas, ketua kloter, pembimbing ibadah, dokter dan perawat. Kita ini untuk Makassar ada 43 kloter kali 4, 172,” ujar Ikbal saat diwawancarai melalui telepon, Selasa (13/1).
Ikbal menambahkan, untuk petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi direkrut langsung oleh pemerintah pusat dan saat ini tengah mengikuti bimbingan teknis.
“PPIH Arab Saudi sementara mengikuti bimtek di Pondok Gede, Jakarta. Sementara untuk pendamping kloter, rencananya bimtek akan dilaksanakan pada 23 Januari, sambil menunggu petunjuk dari pusat,” sambungnya
Selain itu, unsur TNI dan Polri juga kembali dilibatkan dalam pendampingan petugas haji. Menurut Ikbal, keterlibatan aparat keamanan tersebut sudah berlangsung sejak lama dan sangat dibutuhkan.
“Keterlibatan TNI dan Polri memang sudah lama, karena kita membutuhkan fisik yang kuat untuk melayani jemaah haji sebagai tamu-tamu Allah,” pungkasnya. (Rissa Siana Bakri)
