kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Dua Hari Hilang, Nelayan Asal Bantaeng Ditemukan Tewas Diperairan Arungkeke Jeneponto

Dua Hari Hilang, Nelayan Asal Bantaeng Ditemukan Tewas Diperairan Arungkeke Jeneponto
Rahmat Hidayat (28), saat dievakuasi Tm Basarnas gabungan. (Ist).

KabarMakassar.com — Seorang nelayan asal Kabupaten Bantaeng yang dilaporkan hilang sejak dua hari yang lalu akhirnya ditmukan meninggal dunia di perairan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan

Nelayan asal Kampung Kaili, Desa Bontolebang, Kabupaten Bantaeng bernama Rahmat Hidayat (28) ini ditemukan pada Minggu siang (16/11) sekitar pukul 11.30 WITA.

Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Jeneponto, Iptu Kaharuddin mengatakan insiden nahas ini terjadi pada dini hari Sabtu (15/11/2025). Saat itu, korban dilaporkan hilang secara misterius dari kapal tempat ia beristirahat setelah seharian menangkap ikan.

“Korban dilaporkan hilang sekitar pukul 01.30 WITA, di perairan Dusun Pandang-pandang, Desa Palajau, Kecamatan Arungkeke,” ungkap Iptu Kaharuddin melalui keterangan resminya, Minggu (16/11).

Berdasarkan keterangan saksi, Adi, korban sempat disarankan untuk beristirahat. Namun, sekitar pukul 02.30 WITA, ketika kapten kapal Uci berlayar ke Dusun Pelabuhan untuk menjual hasil tangkapan, salah satu kru kapal menghilang.

Sontak saja, Kapten dan seluruh kru kapal langsung melaporkan kejadian nahas yang menimpa Rahmat. pencarian besar-besaran segera diluncurkan oleh tim gabungan.

Tim Basarnas Kabupaten Bantaeng bersama dengan Tim Basarnas Jeneponto, personel Polsek Arungkeke Polres Jeneponto, dan masyarakat lokal bahu membahu menyisir perairan Desa Bulo-bulo dan Desa Palajau. Namun hasilnya masih nihil.

Memasuki hari kedua, Jenazah korban akhirnya berhasil ditemukan Tim gabungan setelah menyisir perairan Arungkeke.

“Setelah dua hari pencarian intensif, jenazah korban nelayan Rahmat Hidayat telah ditemukan. Kami mengapresiasi kerja keras tim gabungan, termasuk personel Polsek Arungkeke, yang turut membantu,”

Iptu Kaharuddin menduga korban tenggelam lantaran terjatuh dari kapal.Hal ini didukung dugaan sementara bahwa Rahmat terjatuh dari tepian kapal saat cuaca sedang buruk disertai hujan deras.

“Ada kemungkinan kepalanya terbentur, menyebabkan pingsan, sebelum akhirnya terbawa arus ombak ke perairan dalam,” ungkapnya.

Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut dan memastikan penyebab pasti insiden nahas ini, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit untuk divisum.

error: Content is protected !!