KabarMakassar.com — DPRD Sulsel mengusulkan agar perbaikan sistem hydrant, jalur evakuasi, hingga penguatan struktur masuk dalam perencanaan perbaikan Gedung DPRD Sulsel.
Usulan ini disampaikan mengingat bangunan yang berdiri sejak 1978 tersebut tidak dirancang dengan standar keselamatan modern.
Ketua DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi, mengungkapkan bahwa masukan terkait aspek teknis keamanan sudah disampaikan ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Menurutnya, rekonstruksi harus memperhitungkan kebutuhan keselamatan sesuai kondisi terkini.
“Ya, tentu itu sudah jadi pertimbangan dari Kementerian juga. Kan ini tahun 1978 bangunannya tentu tidak memperhitungkan kayak hydrant, jalur evakuasi, kekuatan gempa. Itu nanti akan jadi bagian dari perencanaan dari Kementerian untuk membangun ulang,” kata Andi Rachmatika Dewi, Selasa (16/09).
Menindaklanjuti hal tersebut, Kementerian PU memastikan bahwa aspek keamanan dan struktur gedung DPRD Sulsel akan menjadi perhatian utama.
Direktur Jenderal Cipta Karya, Dewi Chomistriana, menegaskan perbaikan dilakukan bukan hanya untuk memulihkan kerusakan, melainkan juga untuk menyesuaikan bangunan dengan standar terbaru.
“Kita akan sekalian untuk memperbaiki. Termasuk tadi kekuatan gedung ini secara struktur, apakah sudah memenuhi kaidah-kaidah bangunan gedung sesuai dengan aturan yang berlaku yang baru ya,” ucap Dewi.
Dewi menekankan bahwa penguatan struktur menjadi salah satu prioritas penting dalam rekonstruksi, sebab standar bangunan saat ini telah mengalami banyak pembaruan, terutama terkait ketahanan terhadap gempa bumi berskala besar.
“Seperti misalnya skala gempa kan harusnya sekarang sudah 9. Karena ini dibangun tahun 70-an, saya yakin belum skala 9. Nah, ini perkuatan struktur juga pastinya harus kami lakukan,” jelasnya.
