KabarMakassar.com — Komisi E DPRD Sulawesi Selatan melayangkan kritik tajam terhadap Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Sulsel, Iqbal Nadjamuddin, akibat dianggap sulit berkomunikasi dan jarang memenuhi undangan rapat resmi dewan.
Para legislator menilai minimnya kehadiran dan respons dari Dinas Pendidikan telah menghambat sejumlah pembahasan yang membutuhkan klarifikasi langsung dari pimpinan OPD.
Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Andi Tenri Indah, menyebut bahwa persoalan ini bukan lagi keluhan satu dua anggota, melainkan menjadi keresahan hampir seluruh anggota DPRD.
Dia menegaskan bahwa hubungan kerja antara DPRD dan Dinas Pendidikan terganggu karena pola komunikasi yang tidak efektif dari pihak dinas.
“Semua juga anggota DPRD kurang lebih 85 ini merasa kurang puas dengan Pak Kadis Pendidikan karena kalau ditelepon tidak pernah mengangkat telepon. Kalau diundang kadang-kadang ada kegiatan lain,” ujar Indah, Kamis (13/11)
Untuk menjaga efektivitas pengawasan legislatif, lanjut Indah, Komisi E sepakat mengambil langkah tegas dalam setiap agenda pembahasan yang berkaitan dengan pendidikan.
Dewan menilai bahwa kehadiran kepala dinas sebagai penanggung jawab utama mutlak dibutuhkan dalam rapat-rapat strategis.
“Dan kami Komisi E sudah sepakat dengan teman-teman, kalau mengadakan rapat apapun dan tidak dihadiri Kadis, kami menunda rapat itu sampai dihadiri kadis dulu,” tegasnya.
Ketidakhadiran Kadis Pendidikan dalam RDP terkait kasus dua guru SMA di Luwu Utara menjadi salah satu contoh terbaru yang memicu kritik dewan.
Kepala Dinas Pendidikan, Iqbal Nadjamuddin diketahui sedang melakukan kunjungan ke luar kota sehingga tidak dapat hadir pada pertemuan tersebut.
Legislator Gerindra ini menegaskan bahwa sikap dewan kali ini akan diteruskan kepada Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, sebagai bentuk dorongan agar koordinasi dan respons OPD dapat ditingkatkan.
Dia mengatakan bahwa ketidakhadiran berulang tidak dapat dibiarkan karena menyangkut pelayanan publik dan tanggung jawab jabatan.
“Nanti kita sampaikan ke gubernurnya kalau Pak Kadis ini kami selalu mengundang tapi tidak pernah hadir,” pungkas Indah.














