kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Dorong Pelajar Cerdas Digital, IKA SMPN 23 Makassar Gelar Workshop Bijak Bersosial Media

Dorong Pelajar Cerdas Digital, IKA SMPN 23 Makassar Gelar Workshop Bijak Bersosial Media
(Foto : Dok. KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Ikatan Keluarga Alumni (IKA) SMP Negeri 23 Makassar menggelar Workshop Bijak Bersosial Media sebagai upaya meningkatkan literasi digital dan kesadaran pelajar dalam menggunakan media sosial secara cerdas, santun, dan bertanggung jawab.

Kegiatan tersebut berlangsung di SMP Negeri 23 Makassar dan diikuti oleh perwakilan siswa dari berbagai organisasi sekolah serta menghadirkan narasumber Redaktur KabarMakassar Ardiyanti,S.I.Kom., M.I.Kom dan Ketua Gerakan Admin Sulsel (GAS) Arfah Aksa, Sabtu (20/12).

Dimana, kegiatan ini bertujuan untuk membekali pelajar dengan pemahaman mengenai etika bermedia sosial, bahaya hoaks, ujaran kebencian, perundungan siber (cyber bullying), serta pentingnya menjaga jejak digital di ruang publik.

Ketua IKA SMP Negeri 23 Makassar yang diwakili Sekretaris Umum, Ramli, S.E., M.Si., mengatakan media sosial memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter generasi muda. Karena itu, edukasi literasi digital perlu diberikan sejak dini.

“Melalui workshop ini, kami berharap para siswa tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga mampu bersikap bijak, kritis, dan bertanggung jawab, serta memanfaatkan platform digital untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat,” ujar Ramli dalam sambutannya.

Redaktur KabarMakassar Ardiyanti menekankan pentingnya kemampuan pelajar dalam memverifikasi informasi sebelum membagikannya kembali di media sosial.

“Anak-anak sekarang hidup di era banjir informasi. Karena itu, mereka harus dibekali kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh hoaks, ujaran kebencian, maupun konten negatif lainnya. Media sosial bisa menjadi ruang belajar dan berkarya jika digunakan dengan bijak,” ucapnya.

Ardiyanti berharap kegiatan edukasi literasi digital seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak pelajar. Menurutnya, pembekalan sejak usia sekolah sangat penting agar generasi muda mampu menjadi pengguna media sosial yang cerdas dan bertanggung jawab.

“Saya berharap adik-adik pelajar tidak hanya cakap menggunakan media sosial, tetapi juga memiliki kesadaran etika, mampu memilah informasi, serta berani menjadi pelopor penyebaran konten positif. Dengan begitu, ruang digital kita bisa menjadi lebih sehat dan bermanfaat,” ujar Ardiyanti.

error: Content is protected !!