KabarMakassar.com – Ditengah gelombang Pemutusan Hak Kerja (PHK) yang kembali mengancam, Pemerintah Kota Makassar menggagas program pelatihan keterampilan tenaga kerja guna menekan angka pengangguran yang masih tinggi di khususnya di Kota Makassar.
Program tersebut dinamai Makassar Creative Hub dan diharapkan menjadi solusi peningkatan daya saing sumber daya manusia (SDM) lokal.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan bahwa tingginya tingkat pengangguran disebabkan oleh rendahnya keterampilan serta lemahnya daya saing para pencari kerja.
Ia menilai kondisi ini perlu segera diatasi melalui peningkatan kompetensi secara sistematis.
“Kami membangun Creative Hub supaya ada respon tenaga kerja yang bisa dibutuhkan di mana-mana. Orang kalau tidak punya daya saing pasti akan tersisih. Kita siapkan ini supaya kita berdaya saing, punya sesuatu yang dibutuhkan di dunia kerja,” ujar Munafri, Jumat (09/05).
Untuk menyukseskan program tersebut, Pemerintah Kota Makassar menggandeng Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar sebagai mitra pelaksana pelatihan vokasi. BBPVP dinilai memiliki fasilitas dan tenaga instruktur yang kompeten dan tersertifikasi.
“Sebenarnya ini yang susah kita dapat, menurut saya tempat ini sangat sayang kalau tidak kita maksimalkan,” lanjut Munafri.
Ia menambahkan, program ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja lokal, tetapi juga membekali masyarakat agar mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Menurutnya, pelatihan ini menjadi langkah konkret untuk menciptakan peluang kerja lebih luas.
“Makassar Creative Hub ini sebagai sebuah entitas yang akan memberikan harapan baru kepada anak-anak kita untuk mendapatkan pekerjaan, baik di dalam maupun luar negeri,” katanya.
Munafri juga mendorong masyarakat agar tidak hanya terpaku pada keinginan menjadi karyawan, tetapi juga membuka diri untuk menjadi pengusaha yang mampu menciptakan lapangan kerja baru.
“Kalau jadi pengusaha jangan langsung berpikiran jadi usahawan besar, harus dimulai dari kecil. Kalau rugi, iya, memang pengusaha harus rugi dulu. Kalau tidak rugi, bukan pengusaha namanya,” ujarnya.
Ia berharap, semangat kewirausahaan bisa tumbuh dari level paling dasar agar roda ekonomi daerah turut berputar. Menurutnya, jika satu pengusaha bisa mempekerjakan dua orang saja, akan tercipta dampak signifikan terhadap pengurangan pengangguran di kota ini.
“Jangan berpikir langsung jadi kaya, paling pertama modal kuat keinginan jadi pengusaha, lalu bisa mempekerjakan orang. Kalau satu orang pekerjakan dua saja, berapa banyak angkatan kerja yang tercipta,” tutup Munafri.














