kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Disnakertrans Sulsel Tegaskan Pelatihan Disabilitas Wajib Punya Offtaker

Pemprov Sulsel Kejar Target 62 Persen Kepesertaan Jamsostek Tahun 2025
Kepala Disnakertrans Sulsel, Jayadi Nas (Dok: Syamsi KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan bahwa setiap pelatihan kerja, khususnya bagi penyandang disabilitas, wajib terhubung langsung dengan dunia usaha atau offtaker.

Kebijakan ini ditetapkan untuk memastikan hasil pelatihan tidak berhenti pada tahap seremonial semata, tetapi benar-benar berujung pada penempatan kerja yang nyata.

Langkah ini diambil sebagai bentuk evaluasi terhadap praktik pelatihan sebelumnya yang dinilai sering tidak berdampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja.

Disnakertrans menyatakan bahwa pendekatan lama, di mana pelatihan dilakukan tanpa kejelasan alur pasca-pelatihan, harus ditinggalkan.

Kepala Disnakertrans Sulsel, Jayadi Nas, menegaskan pentingnya menjamin bahwa setiap peserta pelatihan memiliki tujuan kerja yang jelas, bukan hanya dilatih tanpa arah.

“Kami komitmen ke depan tidak boleh lagi ada pelatihan-pelatihan yang tidak mampu memberikan hasil yang ril,” kata Jayadi.

Menurut Jayadi, penyelenggaraan pelatihan tidak bisa lagi bersifat simbolis atau formalitas. Pelatihan yang baik adalah pelatihan yang menghasilkan output, yaitu penempatan kerja atau usaha mandiri yang terukur.

“Dalam artian, kalau disabilitas dilatih atau siapapun yang dilatih, harus jelas setelah itu dia ke mana. Jangan sekadar dilatih setelah itu tidak jelas dia mau ke mana,” tegasnya.

Untuk memperkuat kebijakan tersebut, Disnakertrans saat ini tengah menyusun prosedur dan tata kelola baru dalam pelaksanaan pelatihan kerja.

Sistem baru ini akan berfokus pada efektivitas, akuntabilitas, dan keterhubungan langsung dengan sektor industri atau penyedia kerja.

Jayadi menambahkan bahwa setiap pelatihan harus dirancang sejak awal bersama dengan pihak yang akan menyerap tenaga kerja, sehingga tidak ada lagi pelatihan yang berujung pada pengangguran.

“Insyallah kita akan melakukan pelatihan yang lebih jelas, itu yang lagi kita buat tata caranya supaya pelatihan kita itu betul-betul bermakna,” jelasnya.

Sebagai bagian dari kebijakan tersebut, Disnakertrans juga menjajaki berbagai kerja sama lintas sektor untuk mendukung keberlanjutan pelatihan kerja.

Salah satunya adalah kolaborasi dengan BAZNAS Sulsel yang siap memberikan dukungan dana untuk pelatihan tenaga kerja disabilitas dengan skema penempatan kerja yang telah ditentukan.

“Kemudian, kami sepakat di dalam, terima kasih juga kepada BAZNAS yang siap memberikan dana untuk melatih tenaga kerja, yang penting jelas offtaker-nya,” pungkasnya Jayadi.

error: Content is protected !!