kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Diduga Jadi Pasar Gelap Politik Upah Pekerja, Massa Demo Browcyl

KabarMakassar.com — Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Kerakyatan Indonesia (ANARKI) melakukan aksi demonstrasi di depan kantor CV. Kreasi Pisang Indonesia (Browcyl) di Jalan Ir. H. Juanda, Makassar, Rabu (15/02).

Para massa aksi membawa petaka yang bertuliskan "Wujudkan Kesejahteraan Buruh CV. Kreasi Pisang Indonesia, Stop Politik Upah Pekerja, Hentikan Pemanfaatan Tenaga Pekerja dan Tutup CV. Kreasi Pisang Indonesia".

Jenderal lapangan aksi, Wahid mengatakan bentuk kekecewaannya terhadap CV tersebut.

"Kami hadir disini sebagai representatif keresahan buruh dan semestinya pemilik CV. Kreasi Pisang Indonesia (Browcyl) beretikat baik menemui massa aksi untuk diskusi terbuka," ungkapnya.

Beberapa jam kemudian, Pendamping Hukum (PH) yang tak ingin menyebutkan namanya keluar menemui massa aksi untuk berdiskusi secara terbuka.

Beberapa perwakilan aliansi melontarkan argumen dengan intonasi yang tinggi menanyakan kedudukan PH dalam mengambil keputusan di CV terkait.

"Apakah anda mempunyai hak untuk mengambil keputusan dalam tuntutan ini?, jika tidak, kami merasa diskusi ini percuma," tanya massa aksi.

PH CV. Kreasi Pisang Indonesia ngotot untuk menanyai massa aksi tentang identitas pekerja yang merasa hak kerjanya tidak di penuhi oleh CV tersebut.

Lanjut perwakilan massa aksi sampaikan jawaban tentang pertanyaan PH tersebut yang di anggap tidak rasional.

"Dalam etika investigasi dan data kasus, Itu berstatus privat dan kami tidak akan membuka di hadapan umum kecuali pihak yang berwajib yang meminta dalam jalur hukum jika itu di tempuh nantinya," jawab massa aksi.

Massa aksi menyebut pihaknya tidak akan membuka identitas sebab berpotensi adanya PHK nantinya oleh pihak perusahaan.

"Jika kami membuka hal privat itu, maka potensinya bisa saja dugaan tentang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akan ada di tubuh CV. Kreasi Pisang Indonesia," jelasnya.

Selang beberapa jam, jendral lapangan mengarahkan massa aksinya untuk bergeser ke titik konsolidasi untuk mengagendakan langkah selanjutnya.

"Mengundang seluruh elemen bersama-sama bergerak perjuangkan hak rakyat pekerja," bebernya.

error: Content is protected !!