kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Dapur SPPG Panakkukang 02 Ditutup, Appi: Standar Gizi Harus Dijaga

Potensi Zakat Makassar Baru 15 Persen, Appi: Harusnya Tak Ada Lagi Orang Miskin
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Dok: Ist).

KabarMakassar.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Makassar kembali mendapat sorotan. Ratusan murid SD Negeri Tamamaung 1, Kecamatan Panakkukang, sudah sepekan tidak menerima suplai makanan.

Pasokan harian itu terhenti sejak dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panakkukang 02 ditutup.

Berdasarkan data yang beredar menyebut penutupan tersebut terkait polemik pagu harga Rp6.500 per porsi yang dianggap tidak ideal. Akibatnya, sejumlah sekolah kehilangan layanan yang seharusnya menjadi penopang gizi anak-anak.

Menanggapi hal ini, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi menegaskan bahwa Pemkot Makassar akan segera menelusuri penyebab penghentian penyaluran.

Ia menekankan bahwa persoalan teknis dana maupun anggaran bukan menjadi ranah langsung Pemkot, sebab program MBG merupakan kebijakan nasional yang digulirkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Iya, kami tidak terlibat langsung soal dana yang kemarin, itu bukan ranah kita. Tapi yang jelas, kalau sudah ada standar gizi, ya harus dipenuhi. Jangan sampai makanan yang diberikan keluar dari standar yang sudah ditentukan.”

Menurut Appi, program MBG ini adalah terobosan penting yang harus dijaga kualitasnya, bukan hanya sekadar soal kuantitas. Standarisasi gizi menjadi prioritas agar anak-anak benar-benar mendapat manfaat dari program nasional tersebut.

“Ini program Presiden Prabowo, program yang sangat baik untuk meningkatkan gizi anak-anak. Sehingga memang harus ditakar gizi yang diberikan setiap harinya. Jangan dibawa dari standar yang sudah ada,” tegasnya.

Appi menambahkan, Pemkot Makassar bersikap normatif dalam mengawal program ini. Artinya, pihaknya berpegang pada standar yang telah ditentukan pemerintah pusat dan memastikan tidak ada penurunan kualitas, meskipun terjadi kendala di lapangan.

“Artinya begini, makanan ini kan sumber penting bagi perkembangan anak-anak. Jadi kita hanya ingin memastikan standar gizi yang ditetapkan benar-benar dijalankan. Itu yang paling penting,” ujarnya.

Kasus terhentinya suplai MBG di Panakkukang 02 ini menjadi alarm bagi Pemkot Makassar agar memperkuat sistem pengawasan dan koordinasi dengan penyedia layanan.

Bagi Appi, keberlangsungan program bukan hanya soal teknis penyediaan makanan, tetapi juga menyangkut keberhasilan visi besar pemerintah pusat dalam membangun generasi sehat dan cerdas.

error: Content is protected !!