KabarLuwu.com — Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika Sulawesi Selatan memperkirakan Cuaca untuk wilayah Sulawesi Selatan informasi tentang peningkatan dini cuaca ekstrim Wilayah Sulawesi Selatan
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah IV Makassar, Hanafi Hamzah mengatakan dua hari lalu kami sudah memberitahukan tentang peringatan dini cuaca ekstrim wilayah Sulawesi Selatan periode tanggal 18-20 dan tanggal 20 itu masih periode yang mungkin kita perkirakan kondisi cuaca ekstrim masih akan terjadi
"Dari pengamatan BMKG hingga hari ini masih ada peningkatan curah hujan, yang paling utama curah hujan dari pengamatan kemarin tanggal 18 yang tercatat hari ini masuk dalam kategori tinggi 89 mili meter kondisi ini sangat kita waspada dua hari kedelapan", Kata Hanafi, Rabu ( 19/01), Dikutip dari Kabarindonesia.id
Jadi kondisi cuaca ekstrem ini bisa di katakan badai karena faktor curah hujan yang sangat tinggi memang badai karena semua sistem badai mengatakan hujan yang tinggi kemudian angin kencang kemudian ada aspek lain yang menyebabkan banjir dan longsor. Tambahnya
Lebih lanjut Hanafi menjelaskan bahwa curah hujan di sulawesi selatan menunjukkan kemungkinan besar curah hujan yang sangat tinggi, ia pun menjelaskan bahwa untuk perairan Takabonerate tidak aman untuk berlayar
"Mobail pendeteksi curah hujan 18,19 dan 20 Januari itu semua menunjukkan Sulawesi Selatan kemungkinan besar terjadnya curah hujan yang cukup deras," tulisnya.
"Kemudian gelombang laut signifikan di perairan selat Makassar, perairan selayar, dan perairan Takabonerate yang tidak aman untuk berlayar di perahu-perahu nelayan. Kemudian ini adalah wilayah pantauan hujan Sulawesi Selatan sebagian besar sudah musim hujan," pungkasnya.













