KabarMakassar.com – Pemerintah Kabupaten Bantaeng mengambil langkah taktis guna memperkuat ketahanan pangan lokal.
Melalui sinergi antara Dinas Pertanian dan Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas), kegiatan Tanam Perdana Penangkaran Padi Genjah dilaksanakan di Jalan Lingkar Kantor KPU Bantaeng, Sabtu (01/11).
Wakil Bupati Bantaeng, Sahabuddin, yang hadir langsung, menegaskan bahwa pengembangan padi genjah unggul adalah solusi cerdas untuk meningkatkan produksi dan mengatasi tantangan musim.
Disisi lain, Wabup Sahabuddin menyoroti keunggulan utama padi genjah, yang memiliki masa tanam sangat singkat yakni hanya sekitar 70–80 hari setelah tanam. Hal ini memungkinkan percepatan siklus panen dan penekanan biaya produksi.
“Kabupaten Bantaeng memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor pertanian, terutama komoditas tanaman pangan seperti padi. Melalui kerjasama dengan Unhas, diharapkan akan tercipta peningkatan kapasitas petani melalui penerapan teknologi,” ujar Wabup.
Ia secara spesifik menargetkan manfaat ini bagi lahan tadah hujan Bantaeng yang mencapai 2.000 hektare dari total 6.050 hektare sawah.
“Kami berharap hasil penangkaran padi genjah ini dapat dimanfaatkan oleh petani, terutama di lahan tadah hujan, agar dapat melakukan panen sebelum musim kemarau tiba,” tambahnya, menekankan upaya mencegah gagal panen.
Plt. Kepala Dinas Pertanian Bantaeng, Mahyudin, melaporkan bahwa kegiatan ini adalah langkah penting menuju kemandirian benih. Saat ini, dua varietas unggulan sedang dikembangkan yakni Situbondo dan Cakrabuana, yang keduanya dikenal memiliki produktivitas tinggi.
Dari pihak akademisi, Wakil Dekan III Fakultas Pertanian Unhas, Tutik Kuswinanti, menegaskan komitmen penuh perguruan tinggi dalam mendukung program ini.
“Varietas Situbondo dan Cakrabuana merupakan benih unggulan dengan potensi hasil mencapai 8–9 ton per hektare,” ungkap Tutik.
Ia menekankan bahwa dukungan Unhas tidak hanya sebatas penyediaan benih, tetapi juga pendampingan intensif bagi petani, mulai dari pengelolaan pupuk organik hingga penggunaan pestisida, demi menjamin kerja sama ini dapat terus berlanjut.
Acara tanam perdana ini turut dihadiri perwakilan Forkopimda Bantaeng, Penyuluh Pertanian, dan ratusan petani yang antusias menyambut teknologi baru untuk ketahanan pangan di Bantaeng














