KabarMakassar.com — Perum Bulog Kantor Cabang Makassar memastikan ketersediaan cadangan beras berada dalam kondisi aman.
Kepala Bulog Cabang Makassar, Karmila Hasmin Marunta, menegaskan saat ini stok beras yang dikelola pihaknya mencapai 45 ribu ton, jumlah yang diyakini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga dua tahun ke depan.
“Cadangan beras kita di Bulog saat ini 44 sampai 45 ribu ton. Itu sangat aman dan bisa mengcover kebutuhan pangan hingga dua tahun mendatang. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Karmila, Selasa (30/09).
Selain memastikan stok yang melimpah, Bulog Makassar juga terus menyalurkan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Realisasi penyaluran SPHP saat ini menyasar lima kabupaten/kota di bawah koordinasi Bulog Cabang Makassar dengan target 1.250 ton per bulan. Dari jumlah itu, penyaluran sudah berjalan sekitar 1.100 ton bulan ini, sebagian besar permintaan datang dari Kota Makassar.
“Permintaan paling tinggi memang dari Makassar. Tapi penyaluran kita pastikan tetap tepat sasaran. Alhamdulillah, sejak Juni hingga Juli lalu harga beras, baik medium maupun premium, sudah stabil,” jelasnya.
Bulog juga rutin melakukan monitoring harga di pasar-pasar pencatatan resmi milik Dinas Perdagangan, salah satunya Pasar Pabaeng-baeng. Dari hasil pemantauan, harga beras medium di tingkat pengecer masih stabil. Beras SPHP tetap dijual di harga Rp60 ribu per sak, dengan aturan pembelian maksimal dua sak atau 10 kilogram per transaksi, agar tidak terjadi penimbunan.
“Perputaran pembelian di Bulog cukup cepat, biasanya maksimal dua minggu sekali. Bahkan ada yang melakukan pemesanan seminggu sekali. Jadi suplai tetap lancar,” tambah Karmila.
Selain beras, Bulog juga menjamin komoditas lain seperti minyak, gula, dan tepung dalam kondisi stabil. Untuk minyak goreng, pasokan terjaga karena langsung disuplai dari produsen. Gula juga terjamin karena Bulog memiliki anak perusahaan yang khusus mengelola distribusinya, sementara tepung dipasok dari mitra kontributor.
Menghadapi musim penghujan, Bulog menyatakan siap menyerap gabah petani dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp6.500 per kilogram. Karmila memastikan dana tersedia sehingga tidak ada alasan petani tidak sejahtera dalam proses panen.
“Bulog akan tetap menyerap gabah petani. Ini bentuk komitmen kita agar harga di tingkat petani tetap terjaga dan kesejahteraan mereka terlindungi,” pungkasnya.














