KabarMakassar.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini potensi risiko bencana hidrometeorologi di Sulawesi Selatan untuk periode 27-29 Oktober 2025.
Informasi ini dirilis berdasarkan pembaruan data prediksi berbasis dampak (Impact Based Forecast/IBF) pada 26 Oktober 2025 pukul 14.00 WITA.
BMKG menyebut, terdapat potensi dampak banjir dan longsor yang perlu diwaspadai, terutama pada 27 Oktober 2025. Berdasarkan pemetaan risiko, 17 wilayah tercatat berpotensi terdampak.
Wilayah tersebut meliputi Bone, Enrekang, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Palopo, Pinrang, Sidrap, Tana Toraja, Toraja Utara, Makassar, Maros, Gowa, Bulukumba, Sinjai, Barru, dan Pangkep.
Adapun untuk 28–29 Oktober 2025, BMKG menyatakan tidak ada wilayah di Sulawesi Selatan yang masuk kategori berisiko terhadap bencana banjir berdasarkan hasil pemodelan terbaru.
BMKG mengimbau masyarakat dan instansi terkait di wilayah yang masuk daftar potensi risiko untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi kemungkinan banjir, longsor, maupun angin kencang.
Warga juga diminta terus memantau perkembangan informasi cuaca terkini dari kanal resmi BMKG untuk meminimalkan dampak kerugian.
”Warga dan instansi terkait diimbau untuk terus memantau informasi cuaca, tetap waspada saat beraktivitas di luar ruang, serta siaga menghadapi potensi banjir, longsor, dan angin kencang,” imbau BMKG Wilayah IV Makassar, dalam keterangan resminya, Minggu (26/10).
Informasi peringatan dini tersebut dikembangkan oleh BBMKG Wilayah IV dan diproduksi oleh BMKG Sulawesi Selatan sebagai upaya mitigasi dan peningkatan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem.
BMKG Petakan 17 Wilayah di Sulsel Berisiko Banjir pada 27 Oktober 2025














