KabarMakassar.com — Erzina Rahmat, perempuan asal Makassar mengembangkan usaha ikan kering praktis dengan omset hingga 15 juta per bulan.
Perempuan yang akrab disapa Inayah itu mengembangkan usaha ikan kering yang dikemas dengan praktis dan mudah dibawa kemana-mana.
Saat ditemui, Inayah mengaku usahanya yang digeluti sejak tahun 2017 berawal dari hobi dan passionnya di bidang kuliner.
"Produk ini dari hobi saya di kuliner dan passion saya disitu," ungkapnya, Kamis (18/05).
Usaha ikan kering Inayah menyajikan olahan ikan marlin yang kaya akan kandungan omega tiga dan protein dengan tekstur yang tipis sehingga layak dikonsumsi mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Adapun bahan baku olahan ikan yang diproduksi didapatkan langsung para nelayan di Sulawesi Barat sehingga Inayah kerap memproduksinya terlebih dahulu disana dan mengemasnya di Makassar
"Bahan bakunya saya ambil dari Sulawesi Barat. Untuk produksinya biar dapat ikan segar, disana saya produksi disini saya packing," ucapnya.
Selain itu, produk ikan kering Inayah terdapat sejumlah olahan rasa seperti balado dan original.
"Ini ikan kering balado tekstur tipis kayak kertas jadi mulai anak kecil dan dewasa bisa konsumsi," sambungnya.
Selain ikan kering, Inayah juga memproduksi abon ikan marlin, aneka kue basah, serundeng, samosa dan sejumlah olahan ikan lainnya.
Diakui, omset yang didapatkan Inayah dalam sebulannya yakni mencapai Rp 15 juta.
Bahkan, Inayah mengaku produknya sempat ditawari untuk ekspor keluar negeri dengan jumlah 40 ton.
Namun, karena keterbatasan jumlah karyawan yang hanya 4 orang dan usaha Inayah yang masih terbilang industri rumahan, ia mengaku tidak sanggup memproduksi sebanyak itu.
"Kalau kapasitas ekspor kita belum bisa memenuhi kuota karena kita masih home industri karena permintaannya ekspor itu per bulannya 40 ton dan saya ndak sanggup kendalanya kita masih skala UMKM," ujarnya.
Meski begitu, produk olahan ikan Inayah sudah terbilang go internasional sebab kerap dibawa oleh jamaah haji ke Mekah dan para mahasiswi yang belajar di Mesir sebab praktis dan bisa langsung disajikan dengan nasi hangat.
"Produknya sering go internasional karena biasa dibawa umrah atau mahasiswa pelajar di Mesir karena produk saya ini praktis," bebernya.
Inayah mengaku proses marketing yang membuat usahanya kini banyak dikenal sebab ia selalu membawa tester untuk dicoba oleh para calon konsumen dan juga memasarkannya lewat media sosial Instagram.
Bahkan, Inayah juga mengaku lewat pameran yang kerap diagendakan pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI) membuat usahanya semakin berkembang dan banyak dikenal oleh masyarakat.
"Bank BRI selalu diajak untuk pameran dan itu salah satu cara mendapatkan pelanggan yang baru," terangnya.
Ia pun berharap kedepannya produk yang dihasilkan dapat lebih dikenal dan bisa memproduksi lebih banyak sehingga dapat memenuhi kuota ekspor
"Harapan saya produk saya bisa go internasional," harapnya.
Saat ini produk Inayah dapat dibeli di reseller atau toko oleh-oleh yang ada di Makassar yang dibandrol dengan harga Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per pcs.














