kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Beras Surplus 4 Juta Ton, KSP Soroti Efisiensi dan Kualitas Distribusi

Beras Surplus 4 Juta Ton, KSP Soroti Efisiensi dan Kualitas Distribusi
Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Anto Mukti Putranto, (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Anto Mukti Putranto, menyoroti pentingnya efisiensi distribusi dan jaminan kualitas dalam pengelolaan beras nasional, saat melakukan peninjauan langsung ke Gudang Bulog Panakkukang, Kota Makassar, Senin (23/06).

Dalam kunjungan tersebut, Anto menggarisbawahi bahwa meskipun Indonesia tengah menikmati surplus beras hingga 4 juta ton, tantangan utama tetap terletak pada manajemen pasokan, kualitas bahan baku, dan kecepatan distribusi ke masyarakat. Ia secara khusus menekankan pentingnya menjaga standar mutu gabah yang masuk ke gudang Bulog.

“Surplus 4 juta ton ini capaian yang luar biasa. Tapi kualitas tetap harus dijaga. Banyak gabah yang masuk dengan kadar air tinggi, bahkan ada yang sampai 20 persen. Padahal idealnya maksimal 14–15 persen. Ini membuat proses pengeringan memakan waktu dan memperlambat distribusi,” tegas Anto.

Ia menyampaikan hal tersebut setelah menyaksikan langsung alur proses dari penerimaan, penyimpanan, hingga kesiapan pengiriman di fasilitas Bulog Makassar, termasuk satu gudang sewa tambahan yang digunakan untuk menampung stok cadangan.

Menurutnya, sistem kerja para karyawan Bulog sudah berjalan cukup rapi dan profesional, namun kualitas beras premium belum sepenuhnya tercapai karena tantangan teknis di lapangan.

“Saya lihat proses dari awal sampai akhir sudah jelas. Karyawannya bekerja dengan baik. Tapi untuk mencapai kualitas beras premium, masih perlu peningkatan. Itu menjadi PR kita bersama,” ujarnya.

Dalam kunjungannya, Anto juga mengungkap bahwa Makassar memegang peran strategis dalam distribusi logistik pangan ke wilayah Indonesia Timur, termasuk Papua.

Saat ini, sebanyak 1.250 ton beras telah disiapkan dari Gudang Bulog Panakkukang untuk dikirimkan ke Papua sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional.

“Gudang ini disiapkan untuk mendukung pasokan ke Papua. Kita lihat di kanan-kiri sudah penuh stok. Ini langkah strategis yang harus dijaga keberlanjutannya,” tambahnya.

Anto turut menekankan pentingnya pengawasan dalam setiap tahap pengiriman beras agar kualitas tetap terjaga hingga sampai ke tangan masyarakat.

Ia menyebutkan bahwa beras yang didistribusikan memang dalam bentuk medium, namun tetap layak konsumsi dan harus dipastikan tidak mengalami penurunan mutu selama proses pengiriman.

“Pesan saya, saat pengiriman, jaga baik-baik kualitas beras. Meskipun jenisnya medium, tetap harus sampai ke masyarakat dalam kondisi yang layak dikonsumsi,” tuturnya.

Anto menyatakan bahwa pengelolaan logistik yang dilakukan di Bulog Makassar dapat dijadikan model percontohan nasional, baik dari sisi penataan gudang, alur distribusi, hingga pengendalian mutu.

Ia berharap pola kerja yang diterapkan di wilayah ini bisa direplikasi di daerah lain dalam upaya memperkuat sistem ketahanan pangan nasional.

“Penataan di sini sudah baik. Ini bisa jadi contoh untuk wilayah lain. Kita akan terus kontrol dari pusat untuk memastikan ketersediaan dan kualitas pangan nasional tetap terjaga,” pungkasnya.

error: Content is protected !!