KabarMakassar.com — PT Pertamina (Persero) bakal meluncurkan aplikasi MyPertamina untuk pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite.
Diketahui, rencana tersebut masih menunggu keputusan revisi Perpres 191/2014 dan pihak Pertamina bakal melakukan uji coba dan sosialisasi terlebih dahulu apabila telah ada keputusan dari pemerintah.
Namun, apakah semua pengendara yang ingin mengisi BBM subsidi harus membeli melalui Aplikasi MyPertamina?
Director of Regional Marketing PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra menyebut hal tersebut bukan sebuah keharusan.
Pihaknya menjelaskan aplikasi MyPertamina hanya mempermudah seseorang yang akan melakukan pembelian, sebab hanya melakukan scan barcode untuk menunjukkan bahwa dia berhak menerima BBM bersubsidi.
"Secara korporasi kita melakukan campaign di aplikasi itu. Jadi kita tidak seriwet itu harus menggunakan aps karena kami memahami tingkat kesiapan infrastruktur sendiri dan kami juga memahami behavior dari konsumen itu sendiri," ungkapnya, dikutip dari YouTube CNBC Indonesia.
Selain itu, pihaknya menjelaskan pembayaran dapat menggunakan berbagai metode yakni melalui aplikasi, kartu debit hingga menggunakan uang tunai atau cash.
"Misalkan pembayaran dapat juga menggunakan MyPertamina yang terkoneksi dengan Linkaja misalkan. Tapi kalau misalkan dia tidak punya, mau bayar pakai kartu, mau bayar pakai cash, itu juga memungkinkan. Saat ini belum ada ketentuan bahwa harus menggunakan MyPertamina untuk pembayaran," jelasnya.
Karena itu bagi masyarakat yang tidak memiliki HP Android yang mempuni menggunakan aplikasi "MyPertamina" tetap bisa melakukan pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite.













