KabarMakassar.com — Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, Dahyal, memaparkan sejumlah tantangan besar yang tengah dihadapi kota ini, khususnya terkait penataan infrastruktur dasar dan percepatan integrasi layanan digital.
Dua sektor tersebut dinilai menjadi kunci pembenahan kualitas hidup warga sekaligus fondasi transformasi kota menuju tata kelola yang modern dan efisien.
Dahyal menyoroti kondisi pedestrian sebagai salah satu masalah infrastruktur paling mendesak. Ia menjelaskan bahwa banyak trotoar di Makassar tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya, baik karena rusak maupun dipenuhi pedagang dan bengkel tambal ban.
” ini membuat masyarakat enggan berjalan kaki dan menghambat upaya pemerintah mendorong budaya mobilitas ramah lingkungan,” ujarnya, Sabtu (22/11).
Menurutnya, pemerintah akan melakukan penertiban di sejumlah titik, termasuk menindak motor yang kerap melintas di atas trotoar. Pemkot juga menyiapkan pemasangan penghalang permanen untuk memastikan kendaraan bermotor tidak lagi bisa naik ke pedestrian.
“Tata ruang pedestrian harus kembali ke fungsi utamanya sebagai ruang aman bagi pejalan kaki. Penataan trotoar bukan sekadar estetika, tetapi bagian dari upaya menata kota yang lebih tertib dan manusiawi,” jelas Dahyal.
Selain infrastruktur fisik, Dahyal menekankan pentingnya penataan infrastruktur digital kota. Ia mengungkap bahwa layanan informasi dan administrasi publik di Makassar masih tersebar di banyak kanal sehingga tidak efisien dan menyulitkan masyarakat mendapatkan akses cepat dan pasti terhadap layanan pemerintah.
Untuk menjawab masalah itu, Pemkot Makassar tengah menyiapkan integrasi seluruh pelayanan publik ke dalam satu platform terpadu. Platform ini dirancang agar warga dapat mengakses informasi, layanan administrasi, hingga pelaporan secara terpusat.
“Integrasi layanan publik adalah langkah strategis untuk menghadirkan pelayanan yang responsif, memberi ruang partisipasi masyarakat, serta meningkatkan transparansi dan efisiensi kerja pemerintah,” tambahnya.
Dahyal menegaskan bahwa penguatan infrastruktur fisik dan digital harus berjalan bersamaan karena keduanya saling menopang.
Ia menyebut peningkatan kualitas infrastruktur kota, inovasi layanan, serta perbaikan sistem informasi akan menjadi fokus pemerintah dalam beberapa tahun mendatang untuk menjawab tuntutan kota besar yang berkembang pesat seperti Makassar.














