KabarMakassar.com — Puluhan warga Perumahan Bumi Findaria Mas 1, Kabupaten Maros, turun ke jalan dan menggelar aksi protes di tengah genangan banjir yang merendam kawasan permukiman mereka pada Kamis (13/11) malam.
Aksi spontan tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan dan desakan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros yang dinilai lamban menangani persoalan banjir yang terus berulang.
Dalam aksi itu, warga membentangkan spanduk besar bertuliskan “Jika Pemkab Maros Tutup Mata, Kami Akan Tutup Jalan!” sebagai bentuk peringatan keras kepada pemerintah.
Mereka menegaskan bahwa kondisi banjir yang rutin terjadi setiap kali hujan deras merupakan persoalan serius yang tidak boleh lagi diabaikan.
“Kami sudah lama bersabar. Setiap hujan turun, air masuk ke rumah-rumah warga. Drainase tidak berfungsi dengan baik dan pemerintah seperti menutup mata,” ujar La’ Sakka, salah satu warga yang ikut dalam aksi protes malam itu.
Banjir kembali menggenangi kawasan tersebut setelah hujan lebat mengguyur wilayah Maros sejak sore hingga malam hari. Air setinggi betis orang dewasa menutupi jalan utama di depan kompleks, mengganggu aktivitas warga serta pengendara yang melintas. Beberapa rumah warga juga dilaporkan tergenang.
Warga menyebut kondisi ini bukan kejadian baru. Selama bertahun-tahun, perumahan Bumi Findaria Mas 1 menjadi langganan banjir setiap musim hujan. Mereka menilai akar persoalannya terletak pada buruknya sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air saat hujan deras.
“Drainasenya sudah lama tidak optimal. Kalau tidak dinormalisasi, setiap tahun pasti begini terus. Kami minta pemerintah hadir, bukan hanya datang setelah banjir,” lanjutnya.
Melalui aksi ini, warga mendesak Pemkab Maros segera mengambil langkah konkret, mulai dari perbaikan dan pelebaran drainase, pembersihan saluran yang tersumbat, hingga penataan ulang sistem aliran air di sekitar kawasan perumahan.
Warga mengancam akan melakukan aksi lanjutan dalam skala lebih besar, termasuk menutup jalan, apabila pemerintah tidak segera menunjukkan upaya nyata dalam menangani permasalahan banjir tersebut.














