KabarMakassar.com — Akademisi Universitas Bosowa Makassar Arief Wicaksono mengatakan bahwa bagi anak-anak muda, milenial yang baru akan terjun dalam arena pemilihan legislatif, tidak cukup hanya sekedar memiliki popularitas.
Selain itu bukan pula kemampuan mengelola media sosial, namun juga harus mengenali medan tempurnya yang kejam.
"Kondisi seperti itu harus mengenal arena politik yang begitu kejam di Pemilu 2024 mendatang," ujar Arief Wicaksono pengamat politik yang juga Dekan Fisip Unibos kepada kabarmakassar.com, Kamis (11/5).
Dia menambahkan bahwa kekuatan finansial juga tidak akan cukup jika tidak mampu memetakan kekuatan incumbent yang sudah pasti menang start sejak lama di dapil itu.
Belum lagi hadirnya persoalan lain berupa kompetisi internal partai. Apalagi jika sistem yang jadi dilaksanakan adalah sistem tertutup.
Artinya, hanya yang punya kedekatan saja dengan ketua partai yang akan mendapat nomor urut kecil, dan untuk hal itu, hanya politisi lama-lah yang punya pengaruh.
Sementara uji publik bagi bacaleg kalau baru dilakukan sekarang itu sudah terlambat sekali. Karena hal itu harusnya menjadi investasi jangka panjang sekaligus sarana mensosialisasika diri.
"Telat sekali kalau uji publik karena tahapan pemilu 2024 sudah berlangsung," tandasnya.













