KabarMakassar.com — Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin mengungkapkan RSUD Prof. Anwar Makkatutu saat ini memegang peranan krusial sebagai rumah sakit rujukan utama bagi wilayah selatan Sulawesi Selatan.
Besarnya cakupan layanan ini berdampak pada tingginya beban fasilitas, salah satunya adalah fenomena penumpukan pasien yang kerap terjadi.
Menanggapi tantangan tersebut, Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperluas kapasitas infrastruktur medis di rumah sakit tersebut.
“Kami sementara mengusahakan agar rumah sakit ini ada penambahan gedung baru nanti, InsyaAllah. Karena ini masalah di Bantaeng yang cukup vital. Karena kita melayani lebih dari dua, bahkan tiga kabupaten terkait masalah pelayanan kesehatan. Sehingga kami butuh doa dan dukungan masyarakat agar pemerintah pusat bisa membantu kami,” ungkap Bupati.
Di sisi lain, Plt. Direktur RSUD Prof. Anwar Makkatutu Bantaeng, dr. Yusri Lisangan, menjelaskan bahwa Forum Pelayanan Publik yang digelar merupakan langkah konkret untuk menjembatani komunikasi antara penyelenggara layanan dan masyarakat demi peningkatan mutu.
“Jadi kami membutuhkan masukan dan kritikan yang dapat membangun sehingga kami dapat memperbaiki, terutama layanan-layanan di rumah sakit kami. Jadi, Rumah Sakit Bantaeng mempunyai visi terwujudnya Rumah Sakit Bantaeng sebagai primadona di Sulawesi Selatan,” kata dr. Yusri.
Ia menambahkan bahwa fokus utama manajemen saat ini adalah melakukan transformasi layanan yang lebih efisien dan kompeten di masa depan.
“Menciptakan pelayanan kesehatan mandiri dan proaktif, menciptakan pelayanan kesehatan berorientasi kendali mutu dan kendali biaya, serta meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia,” tandasnya.














