KabarMakassar.com — Cuaca ekstrem berupa angin kencang menerjang Kota Makassar sepanjang Januari 2026 dan menyebabkan puluhan kejadian pohon tumbang di berbagai kecamatan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mencatat dampak paling signifikan terjadi di Kecamatan Tamalanrea.
Kepala BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli, menyampaikan bahwa hingga Senin malam (12/1) pukul 20.00 WITA, laporan kejadian angin kencang tersebar hampir merata di wilayah kota, dengan total puluhan kasus yang memicu pohon tumbang dan gangguan aktivitas warga.
“Sejak awal Januari, kami mencatat kejadian angin kencang terbanyak di Kecamatan Tamalanrea dengan 35 kejadian. Selain itu, Biringkanaya delapan kejadian, Tallo dan Ujung Pandang masing-masing lima kejadian, serta kecamatan lainnya dengan jumlah bervariasi,” ujar Fadli dalam keterangannya, Selasa (13/01).
Menurut BPBD, angin kencang juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Manggala, Mamajang, Tamalate, Panakkukang, Rappocini, Bontoala, Mariso, Makassar, dan Sangkarrang. Sebagian kejadian menyebabkan pohon tumbang di badan jalan dan sekitar permukiman, sehingga memerlukan penanganan cepat dari petugas.
“Petugas BPBD terus melakukan pembersihan dan penanganan pohon tumbang agar tidak mengganggu keselamatan dan arus lalu lintas,” kata Fadli.
BPBD Kota Makassar mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Warga diminta membatasi aktivitas di luar rumah saat angin kencang dan hujan lebat, serta menghindari berteduh di bawah pohon, baliho, atau bangunan yang rawan roboh.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di luar rumah ketika cuaca ekstrem terjadi dan tetap berhati-hati saat berkendara,” tegas Fadli.
Untuk kondisi darurat, BPBD Makassar meminta masyarakat segera menghubungi layanan darurat 112 atau melaporkan kejadian melalui Aplikasi Lontara agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat.
“BPBD memastikan personel tetap siaga seiring potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung di Kota Makassar,” pungkasnya.
