KabarMakassar.com — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyatakan telah mengirim surat resmi kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk meminta evaluasi terhadap sistem pertambangan terbuka (open pit) yang diterapkan PT Masmindo Dwi Area di Kabupaten Luwu.
Langkah tersebut ditempuh karena adanya sejumlah persoalan strategis yang dinilai perlu ditinjau ulang, terutama terkait dampak lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta pelibatan pelaku lokal dalam kegiatan pertambangan.
“Kami telah bersurat ke Bapak Presiden Prabowo untuk meminta evaluasi izin pertambangan dengan sistem open pit oleh PT Masmindo, dampak lingkungannya, serta bagaimana pengelolaan sumber daya alam berpihak pada BUMD dan pelaku lokal pada pertengahan bulan April kemarin,” kata Andi Sudirman Sulaiman, Kamis (03/07).
Pemprov Sulsel disebut tengah mengambil langkah kehati-hatian dalam merespons aktivitas pertambangan terbuka yang berpotensi memberikan dampak besar, khususnya bagi wilayah pegunungan di Kabupaten Luwu dan sekitarnya.
Terkait nota kesepahaman (MoU) antara PT Masmindo dan BUMD Sulsel, yakni PT Sulsel Citra Indonesia (SCI), Andi Sudirman menyebut belum ada perkembangan konkret menyangkut sistem pertambangan yang disepakati atau akan digunakan dalam kerja sama tersebut.
“Memang BUMD Provinsi lagi gencarnya mencari sumber pendapatan tambahan. Tetapi khusus dengan PT Masmindo kami akan panggil direksinya. Terkait sistem open pit sampai sekarang belum ada hasil evaluasi atau kajian ataupun arahan pemerintah pusat sehingga belum ada gambaran,” jelasnya.
PT SCI diketahui aktif melakukan kerja sama strategis di berbagai sektor. Saat ini, BUMD tersebut memiliki saham pada konsesi tiga blok tambang nikel di Luwu Timur, memiliki participating interest di PT Sengkang Energy, serta saham bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI).














