KABARBUGIS.ID – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (Aman) Pengurus Daerah Kabupaten Sinjai mengadakan konsolidasi dan penguatan kapasitas pemerintah desa sebagai upaya mendorong pembangunan berbasis wilayah adat di Kabupaten Sinjai di Aula Pertemuan Wisma Sanjaya Putra, Senin (8/8) pagi.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Staf Ahli Bidang Sosial dan SDM, Ir.Sultan H.Tare dan diagendakan berlangsung hingga Selasa, 9 Agustus 2022 dengan mencakup peserta dari Ketua BPD serta Ketua Tim Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa Tompobulu, Bulu Tellue, Barambang, Bonto Katute, Turungan Baji, dan Desa Terasa sekaligus masyarakat adat Karampuang, Barambang Katute dan Turungan Terasa.
Ketua Badan Pelaksana Harian Aman daerah Sinjai, Solihin mengatakan keterlibatan pemerintah desa (Pemdes) dalam upaya mendorong pembangunan berbasis wilayah adat sangatlah penting karena pemdes merupakan aparat paling dekat dengan masyarakat.
"Upaya aman mendorong semua unsur sampai level kepala desa hadir ditengah pengakuan masyarakat adat, aman melihat desa lah yg paling dekat saat ini dan paling tampak di masyarakat," jelasnya.
Lanjut, Solihin berharap dengan adanya kegiatan seperti ini dapat melahirkan kebijakan ataupun aktivitas agar hak-hak masyarakat adat tidak terabaikan.
"Melalui kegiatan ini semoga lahir di level pemerintah desa maupun kabupaten lahir kebijakan atau aktivitas tentang bagaimana Pemberdayaan masyarakat, agar hak masyarakat adat tidak terabaikan," katanya dalam sambutannya.
Sementara itu, Sultan menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah mendukung pengakuan dan perlindungan masyarakat adat Sinjai, hal tersebut dibuktikan dengan dikeluarkannya surat keputusan tentang pembentukan panitia masyarakat adat Sinjai tahun 2022.














