KabarMakassar.com — Algatech Nusantara menjadi salah satu dari 15 starup yang terpilih di seluruh Indonesia mengikuti program kewirausahaan Kinetix Nex yang merupakan program inkubasi bisnis yang diluncurkan di Makassar pada Rabu (27/08) kemarin.
Program Kinetik Nex merupakan program pemerintah Australia bekerjasama dengan pemerintah Indonesia dalam memberikan pendampingan bisnis kepada 15 starup terpilih termasuk pendampingan mentor, pendanaan dan akses ke investor.
Lima dari starup uang terpilih nantinya akan mendapatkan pendanaan total senilai Rp1,6 Miliar untuk menguji inovasi solusi iklim mereka.
Chief Executive Officer Algatech, Rangga Wisesha Pratama mengatakan starup nya berfokus pada pengurangan jejak karbon dunia dengan memberikan solusi inovatif melalui teknologi penangkapan karbon mikroalga.
“Kami bertujuan menciptakan solusi inovatif untuk memastikan masa depan keberlanjutan dan mempromosikan kehidupan hijau melalui seni dan sains,” ungkapnya saat diwawancara di Novotel Makassar, Kamis (28/08).
Rangga menjelaskan lebih jauh bahwa krisis iklim dan tantangan lingkungan saat ini menjadi isu global yang memerlukan solusi inovatif.
Masalah lingkungan menimbulkan dampak negatif pada ekosistem udara, hutan, air, laut, kesehatan manusia hingga lingkungan secara keseluruhan.
Ia bersam tim telah mengembangkan teknologi dengan memanfaatkan mikroalga untuk menyerap karbon dari udara secara efisien.
Mikroalga diketahui adalah tumbuhan berukuran mini yang mampu melakukan fotosintesis dan mengubah nutrisi tanpa filter serta CO2 menjadi biomassa dan oksigen.
Algatech mengembangkan microforest 60L yang secara dengan pohon berusia 15 tahun untuk menyerap karbondioksida secara efisien.
Inovasi ini menjawab tantangan keterbatasan lahan maupun area yang digunakan untuk menanam banyak pohon di sekitar pabrik atau kantor yang banyak melakukan aktivitas atau mengeluarkan karbon.
Inovasi Algatech dengan microforest menjadi solusi yang dapat digunakan di rumah atau kantor bahkan pabrik untuk menangkap karbon dalam ruangan.
“Jadi satu alat ini tingginya gede 2 meter, itu setara dengan 3 pohon manggrove dewasa atau setara dengan 3 pohon raksasa untuk fotosintesis. Jadi kita menggunakan ini untuk menyerap CO2,” pungkasnya.














