kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

90 Persen Pelajar Makassar Ikut Pemilihan OSIS Serentak

90 Persen Pelajar Makassar Ikut Pemilihan OSIS Serentak
Pemilihan Ketua OSIS Serentak di Kota Makassar, (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Demokrasi sejak dini benar-benar hidup di sekolah-sekolah Kota Makassar.

Ribuan siswa dari puluhan SMA dan SMK mengikuti pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS secara serentak. Tingkat partisipasi di sejumlah sekolah bahkan tercatat melampaui angka 90 persen, menjadikan kegiatan ini salah satu simulasi demokrasi terbesar bagi pelajar di Sulawesi Selatan.

Pemilihan ini merupakan bagian dari Gerakan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan dan Terintegrasi (Grebeg) yang digagas KPU Sulawesi Selatan bersama Dinas Pendidikan Provinsi, dan dilaksanakan oleh KPU Kota Makassar. Tujuannya jelas memperkenalkan proses pemilu kepada pemilih pemula sejak bangku sekolah.

Ketua panitia, Revan menjelaskan, pelaksanaan dirancang menyerupai pemilu nasional ada tahapan pemutakhiran data pemilih, pendaftaran calon, masa kampanye, debat kandidat, masa tenang, hingga pencoblosan.

“Di SMA Negeri 9 Makassar misalnya, tercatat ratusan siswa menyalurkan hak pilihnya,” ujarnya, Senin (29/09).

Ia menyebut semua proses dijalankan sesuai prosedur demokrasi, yang ada di Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Kami menyiapkan bilik suara, surat suara, sampai kotak suara yang dijaga panitia. Suasananya benar-benar seperti pemilu nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota KPU Kota Makassar, Muh. Abdi Goncing, menyebut angka partisipasi di atas 90 persen menjadi catatan penting.

“Artinya, para pelajar kita sudah menunjukkan semangat tinggi dalam berdemokrasi. Kami ingin mereka terbiasa dengan nilai partisipatif, jujur, adil, terbuka, dan bertanggung jawab,” jelasnya saat memantau jalannya pemilihan di SMA Negeri 9.

Kegiatan serentak ini tidak hanya melibatkan ribuan pemilih muda, tetapi juga ratusan penyelenggara pemilihan internal sekolah. Setiap sekolah menurunkan panitia yang bertugas menjaga kelancaran proses, mulai dari distribusi surat suara hingga penghitungan hasil. Dengan sistem yang rapi, para siswa belajar langsung bagaimana demokrasi dijalankan dengan angka partisipasi yang nyata.

Bagi KPU, simulasi ini adalah investasi jangka panjang. “Melalui OSIS serentak, kami harap literasi politik generasi muda meningkat. Ketika kelak mereka memasuki usia pemilih di pemilu nasional, mereka sudah terbiasa dan siap mengambil bagian,” tambah Abdi.

Dengan jumlah pemilih aktif yang mencapai ribuan orang, serta tingkat partisipasi yang stabil di atas 90 persen, pemilihan OSIS serentak di Kota Makassar tidak hanya menjadi kegiatan internal sekolah, tetapi juga menjadi simbol bahwa demokrasi bisa ditanamkan sejak dini melalui angka partisipasi yang tinggi dan nyata.

error: Content is protected !!