kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

34 RSUP Ditargetkan Bisa Tangani Bedah Jantung Terbuka pada 2026

34 RSUP Ditargetkan Bisa Tangani Bedah Jantung Terbuka pada 2026
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat Meresmikan Kerja Sama antara RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar dengan King Salman Relief, (Dok: Sinta Kabar Makassar).

KabarMakassar.com — Kementerian Kesehatan RI menargetkan pada akhir tahun 2026 sebanyak 34 Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) di seluruh Indonesia mampu melakukan operasi bedah jantung terbuka.

Target ini mencakup rumah sakit utama di setiap provinsi agar layanan kesehatan jantung dapat diakses lebih dekat oleh masyarakat.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyebutkan sedikitnya ada tiga prosedur utama yang harus dikuasai rumah sakit rujukan tersebut, yakni penggantian katup jantung, bypass, dan satu prosedur standar lain.

“Kita akan memastikan rumah sakit utama di 34 provinsi memiliki kemampuan melakukan bedah jantung terbuka dengan minimal tiga prosedur. Yang paling penting adalah penggantian katup jantung dan bypass,” ujarnya saat meresmikan kerja sama antara RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar dengan King Salman Relief, Selasa (02/09).

Budi menekankan, akses terhadap layanan ini menjadi kebutuhan mendesak. Selama ini, banyak pasien harus menempuh perjalanan jauh. “Mudah-mudahan minggu depan saya akan pergi ke suatu provinsi untuk melakukan prosedur bedah jantung terbuka pertama di sana. Sehingga orang-orang tidak perlu perjalanan 2–3 jam hanya untuk menjalani operasi,” ucapnya.

Selain memperluas akses, Kemenkes juga membuka jalan bagi transfer teknologi kesehatan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Kerja sama ini diharapkan memperkuat kapasitas dokter dan tenaga medis Indonesia di bidang bedah jantung.

“Kemenkes berharap hubungan antara Arab Saudi dan Indonesia tidak hanya di tingkat pemerintah. Tetapi kita bisa memulai juga dengan dokter-dokter Anda dan dokter-dokter kami untuk menangani lebih banyak pasien,” tambah Budi.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Kementerian Kesehatan untuk pemerataan layanan rujukan di daerah. Dengan target tersebut, Indonesia diproyeksikan tidak hanya menambah jumlah fasilitas, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan spesialis jantung di tingkat provinsi.

“Kita tidak ingin antri panjang di terkait Jantung ini, ini sebenarnya tujuan utama kita,” Pungkasnya.

error: Content is protected !!