kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

248 Lulusan Pendidikan Kesetaraan Makassar Diwisuda, Siap Kerja dan Wirausaha

248 Lulusan Pendidikan Kesetaraan Makassar Diwisuda, Siap Kerja dan Wirausaha
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, saat meninjau Sanggar Kegiatan Belajar, (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Pemerintah Kota Makassar melalui program pendidikan kesetaraan terus memperluas akses pendidikan inklusif untuk seluruh warganya.

Lewat Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Ujung Pandang, sebanyak 248 peserta berhasil menyelesaikan jenjang Paket A (setara SD), Paket B (SMP), dan Paket C (SMA), sekaligus dibekali keterampilan hidup yang siap digunakan dalam dunia kerja atau usaha mandiri.

Kegiatan bertajuk ‘Kreativitas dan Gelar Karya’ yang digelar Selasa, (24/06), menjadi momen penamatan sekaligus ruang unjuk kemampuan para lulusan.

Mereka tidak hanya menerima ijazah sebagai pengakuan akademik, tapi juga memamerkan hasil keterampilan seperti menjahit, memasak, menyablon, dan kerajinan tangan.

“Ini bukan sekadar seremoni. Pendidikan kesetaraan bukan jalur alternatif, tapi jalur penuh martabat. Mereka telah membuktikan bahwa pendidikan bisa menjadi jalan untuk bangkit dan mandiri,” tegas Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman.

Dari total peserta, sebanyak 124 orang lulus Paket C, 68 orang Paket B, dan 56 orang Paket A. Program ini tak hanya menyasar anak usia sekolah yang tertinggal pendidikan, tapi juga warga dewasa yang tidak sempat menyelesaikan pendidikan formal mereka di masa lalu.

Achi menjelaskan, proses pendidikan di SKB tak hanya fokus pada kurikulum akademik, tetapi juga pelatihan keterampilan yang dirancang agar peserta siap kerja atau berwirausaha begitu lulus.

“Ijazah penting, tapi keterampilan hidup tak kalah penting. Inilah yang kami siapkan secara paralel. Harapannya, para lulusan dapat melanjutkan pendidikan atau langsung masuk dunia kerja,” ujar Achi.

Program ini sejalan dengan visi Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam hal pendidikan, sebagai bagian dari kontribusi terhadap pencapaian Indonesia Emas 2045.

SKB Ujung Pandang pun dirancang menjadi pusat pembelajaran alternatif yang inklusif. Tak hanya menjadi tempat mengajar, tetapi juga tempat menempa potensi dan memberdayakan warga dari berbagai latar belakang.

“Kami ingin menghadirkan keadilan dalam pendidikan. Siapa pun yang ingin belajar harus diberi ruang dan peluang. SKB adalah bentuk solusi nyata dari komitmen ini,” jelas Achi.

Program pendidikan kesetaraan ini dirancang secara fleksibel, sehingga dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dan keterbatasan peserta, baik dari sisi usia, pekerjaan, maupun waktu belajar.

Kegiatan ‘Kreativitas dan Gelar Karya’ juga menjadi ajang rutin tahunan dari Dinas Pendidikan Makassar untuk menampilkan hasil program secara konkret, memperlihatkan bahwa pendidikan kesetaraan bukan sekadar formalitas, melainkan transformasi nyata.

“Pendidikan adalah hak, bukan keistimewaan. Melalui SKB, kami bangun SDM Makassar yang cerdas, kreatif, dan mandiri. Ini bukan program rutin, tapi strategi besar,” tutup Achi.

error: Content is protected !!