KabarMakassar.com — Sebanyak 15.804 jemaah calon haji asal Embarkasi Makassar mulai menikmati layanan Makkah Route di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada musim haji 2026. Layanan ini diterapkan untuk pertama kalinya di Makassar sebagai bagian dari perluasan program pre-clearance keimigrasian antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi.
Penerapan layanan Makkah Route ini memungkinkan proses pemeriksaan keimigrasian Arab Saudi dilakukan langsung di bandara keberangkatan di Indonesia. Dengan sistem ini, jemaah tidak lagi menjalani pemeriksaan paspor setibanya di Arab Saudi. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memangkas waktu antrean serta meningkatkan kenyamanan jemaah selama perjalanan ibadah haji.
Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Hendarsam Marantoko, menyebut, perluasan layanan ke Makassar merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah haji Indonesia. Ia menilai kemudahan proses keimigrasian sejak dari tanah air menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran ibadah. Selain itu, sistem ini diharapkan mampu mengurangi beban administratif saat jemaah tiba di Tanah Suci.
“Perluasan Makkah Route ke Makassar adalah upaya strategis untuk memastikan semakin banyak jemaah Indonesia yang merasakan kemudahan proses keimigrasian sejak dari tanah air. Kami ingin memangkas birokrasi, sehingga jemaah bisa lebih tenang dalam mempersiapkan diri menuju Tanah Suci,” ungkap Hendarsam, baru-baru ini.
Ia menambahkan bahwa layanan keimigrasian akan terus dikembangkan agar lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Transformasi layanan, menurutnya, menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Program Makkah Route juga dinilai sebagai bentuk inovasi pelayanan keimigrasian bagi jemaah haji.
“Imigrasi akan terus bertransformasi demi memberikan pelayanan terbaik bagi rakyat. Kami berkomitmen untuk menghadirkan layanan yang adaptif dan solutif terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk dalam menyukseskan ibadah haji. Layanan Imigrasi untuk rakyat adalah prioritas kami,” jelasnya.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Makassar, Abdi Widodo Subagio, menyatakan kesiapan penuh pihaknya dalam mengawal pelaksanaan layanan Makkah Route di Embarkasi Makassar. Ia memastikan seluruh sarana dan prasarana pendukung telah disiapkan secara optimal. Integrasi data lintas sektor juga telah dilakukan guna memastikan kelancaran proses pelayanan bagi jemaah.
“Pelayanan ini akan memberikan kemudahan ketika tiba di Arab Saudi, jemaah tidak lagi melakukan pemeriksaan keimigrasian oleh petugas di Arab Saudi,” jelas Abdi, Senin (27/04/2026).
Ia menambahkan, layanan ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan lebih bagi jemaah haji, khususnya bagi lansia dan penyandang disabilitas. Dengan proses yang lebih cepat dan sederhana, jemaah dapat fokus pada persiapan ibadah setibanya di Tanah Suci. Selain itu, sistem ini juga mendukung percepatan mobilitas jemaah dari bandara menuju lokasi pemondokan.
“Komitmen kami untuk memberikan pelayanan keimigrasian yang cepat dan humanis bagi seluruh jemaah. Kami berharap jemaah haji Indonesia khususnya Embarkasi Makassar dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman dan lancar, sehat selalu, serta menjadi haji yang mabrur,” pungkasnya.
Untuk mendukung penerapan layanan ini, sebanyak 115 petugas Imigrasi Arab Saudi telah tiba di Indonesia pada 20 April 2026. Para petugas tersebut ditempatkan di sejumlah bandara embarkasi haji, termasuk Makassar. Kesiapan sarana dan prasarana di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Sultan Hasanuddin disebut telah mencapai 100 persen.
Ke depan, layanan Makkah Route diharapkan dapat diperluas ke seluruh embarkasi haji di Indonesia. Pemerintah juga menargetkan sistem ini dapat diterapkan secara resiprokal guna meningkatkan efisiensi pelayanan keimigrasian bagi jemaah Indonesia. Dengan penerapan layanan ini, proses keberangkatan haji diharapkan menjadi lebih cepat, tertib, dan nyaman bagi seluruh jemaah.
Selain di Makassar, layanan Makkah Route sebelumnya telah diterapkan di beberapa embarkasi besar di Indonesia. Bandara yang telah lebih dulu menerapkan layanan ini antara lain Bandara Soekarno-Hatta di Banten, Bandara Juanda di Surabaya, dan Bandara Adi Soemarmo di Solo. Secara nasional, layanan tersebut melayani total sekitar 221.000 jemaah haji di seluruh Indonesia.












