KabarMakassar.com — Sekolah Alam Bosowa kembali menunjukkan kreativitas dan semangat inovasi siswa melalui penampilan SAB Percussion dalam event kuliner WITA (Waktu Wirausaha Timur Area) yang digelar di Atrium Trans Studio Mall, Senin (27/4).
Dalam kesempatan tersebut, tim SAB Percussion menghadirkan penampilan yang unik dan energik melalui iringan musik perkusi yang memadukan alat musik modern dan daur ulang.
Para siswa membawakan medley lagu-lagu daerah Sulawesi Selatan dengan aransemen segar menggunakan pianika, serta berbagai instrumen kreatif seperti ember bekas dan botol bekas yang diolah menjadi alat musik bernada harmonis.
Penampilan ini tidak hanya menghibur para pengunjung, tetapi juga menjadi bentuk edukasi tentang pemanfaatan barang bekas menjadi karya seni yang bernilai. Antusiasme penonton terlihat dari tepuk tangan meriah yang mengiringi setiap bagian pertunjukan, menciptakan suasana atrium yang hidup dan penuh semangat.
Guru seni Sekolah Alam Bosowa, Adi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis kreativitas dan kepedulian lingkungan.
“Melalui SAB Percussion, kami ingin menunjukkan bahwa musik bisa hadir dari mana saja, termasuk dari barang-barang sederhana di sekitar kita” ungkapnya.
Iya menambahkan bahwa Ini juga menjadi media bagi siswa untuk mengekspresikan diri sekaligus belajar tentang pentingnya daur ulang dan keberlanjutan.
Partisipasi Sekolah Alam Bosowa dalam event WITA menjadi bukti komitmen sekolah dalam mengembangkan potensi siswa tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam seni, kreativitas, dan karakter peduli lingkungan.













