KabarMakassar.com –Aksi kriminal geng motor di Kota Makassar semakin menjadi fenomena, bagaimana tidak awal tahun hingga masuk di pertengahan tahun 2025 ini, aksi anggota geng motor tersebut semakin brutal dan tidak tangggung-tanggung mengakibatkan adanya korban.
Fenomena geng motor ini juga menjadi kontroversi di masyarakat, sebab banyak warga yang mulai merasa tidak aman saat berkendara maupun beraktivitas di malam hari.
Mirisnya, anggota geng motor ini didominasi dengan sekelompok anak dibawah umur dan masih berstatus pelajar.
“Iya, rata-rata pelajar,” kata Kapolrestabes Makassar, Kombe Pol Arya Perdana
Penindakan oleh pihak kepolisian dan pemerintah Kota Makassar sepertinya tidak membuat jerah para remaja ini, sehingga dengan berulang kali mereka melakukan aksi tawuran sesama geng motor ataupun melakukan penyerangan terhadap warga setempat.
Bahkan, anggota geng motor tersebut ada yang telah mendapatkan teguran, namun karena masih dibawah umur sehingga hanya dilakukan pembimbingan oleh pihak kepolisian, dengan diproses administrasi agar jika kembali melakukan aksi kriminal maka akan di kenakan proses hukum.
Sayangnya, teguran yang hanya satu kali itu tidak dihiraukan, hingga mereka dengan sengaja kembali melakukan aksi krimal, seperti tawuran, begal, hingga menyerang warga yang tidak bersalah.
“Melihat dari gerak geriknya sebenarnya mereka sudah beberapa kali melakukan. Tapi kalau bahasanya bukan tidak ditangkap, tapi belum tertangkap. Dan ternyata sudah banyak juga yang disidangkan,” ujarnya.
Aksi geng motor ini juga menjadi fenomena kenakalan remaja, mereka yang masih berstatus pelajar sering merasa ingin uji nyali dengan melakukan tawuran sesama pelajar yang dibentuk dalam sekelompok geng motor.
Aksi kenakalan remaja ini, tidak hanya menjadi perhatian untuk para orang tua, tetapi juga pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan Kota Makassar, untuk lebih berkomitmen dalam penindakan para pelajar yang menjadi anggota geng motor.
“Kami minta komitmen, dari guru-guru juga kepala sekolah, apabila mereka terlibat harus diberikan sanksi, paling tingginya dikeluarkan dari sekolah,” kata Arya.
Dengan maraknya aksi geng motor di Kota Makassar ini, pihak kepolisian mengaku akan menjadikan prioritas untuk dilakukan upaya pencegahan di titik-titik rawan yang sering menjadi pusat perhatian anggota geng motor untuk melakukan aksi kriminalnya.














