Indeks

4 Pelaku Penyerangan Rumah Warga di Makassar Berakhir Damai

4 Pelaku Penyerangan Rumah Warga di Makassar Berakhir Damai
tangkapan layar para pemuda yang melempari baru rumah warga (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Sekelompok pemuda yang diduga pelaku pelemparan rumah warga di Makassar, karena tidak diberi uang sumbangan untuk dana perbaikan jembatan, sebagai bentuk perayaan HUT RI ke 80, pada 17 Agustus mendatang, berakhir damai dengan korban pemilik rumah.

Aksi para pelaku sempat viral di media sosial, setelah korban merekam pelaku yang berdiri di depan rumahnya sambil meminta sumbangan terhadap warga yang melintas.

Dalam video yang beredar, korban menanyakan kepada para pelaku terkait alasan pelemparan yang dilakukan ke rumah korban.

Para pelaku masing-masing berinisial AL (23), IR (20), FA (23), dan NA (20) mereka merupakan warga Kelurahan Bunga Eja Beru, Kecamatan Tallo, Makassar.

Setelah kejadian tersebut, Selasa (05/08) malam, para pelaku berhasil diamankan Dimana mereka dibawah oleh keluarganya masing-masing ke Polsek Tallo, namun dibebaskan karena telah didamaikan dengan korban.

“Sudah ada sepakat berdamai dengan korban dipertemukan di Polsek, sudah dipulangkan semua,” kata Kanit Reskrim Polsek Tallo, Iptu Saiful Basri kepada wartawan, Rabu (06/08).

Meski telah berdamai dengan korban, kata Saiful para pemuda tersebut telah diberi surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi, jika berbuat kembali maka akan diamankan oleh polisi.

Saiful menerangkan bahwa aksi meminta sumbangan yang dilakukan para oemuda tersebut merupakan insiatif sendiri, dimana setiap tahun mereka meminta dana untuk merenovasi jembatan yang berada di lokasi itu.

“Itu mereka mengumpulkan dana untuk renovasi jembatan, mengecat jelang 17 an. Mereka inisiatif sendiri, sudah mereka lakukan sperti itu sudah tahun ke tahun setiap mau 17 an,” ungkapnya.

Saiful mengatakan bahwa persitiwa pelemparan yanb dilakukan diduga adanya kesalahpahaman antara korban dan para pelaku saat meminta dana perbaikan jembatan.

“Kemarin itu kemungkinan miskomunikasi antara korban dan pelaku ini. Mereka mungkin kesal karena mungkin pelit (korban),” pungkasnya.

error: Content is protected !!
Exit mobile version