KabarMakassar.com — Nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Kamis (09/04).
Pelemahan itu terjadi, usai sehari sebelumnya telah mengalami penguatan yang signifikan.
Berdasarkan data Refinitiv, rupiah berada di zona merah dengan penurunan sebanyak 0,06 persen ke level Rp17.015 per dolar AS.
Terpantau, pada pukul 10.00 WITA, Indeks dolar AS (DXY) bergerak stabil pada posisi 99,133, usai pada perdagangan sebelumnya merosot sebesar 0,73 persen serta berada di posisi terendah dalam sebulan.
Diproyeksikan, pergerakan rupiah cenderung dipengaruhi oleh dinamika eksternal. Hal itu terutamanya terhadap arah pergerakan dolar AS di pasar global.
Saat ini, pelaku pasar juga tengah mencermati mengenai perkembangan gencatan senjata antara AS dan Iran.
Hal itu dinilai belum solid sehingga menjadikan pergerakan dolar AS masih memiliki potensi fluktuatif.
Pasar juga amat mencermati mengenai perkembangan geopolitik serta harga energi. Dimana, ini juga mempengaruhi pergerakan mata uang lain tak terkecuali rupiah.
Dari sisi internal, Bank Indonesia mengungkapkan penurunan cadangan devisa Indonesia pada bulan Maret. Dimana cadangan devisa mengalami penurunan hingga 148,2 miliar dolar AS yang sebelumnya pada bulan Februari 151,9 miliar dolar AS.
Penyebabnya ialah penggunaan devisa dalam kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Bukan hanya itu, hal tersebut juga dilakukan sebagai kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat.
Akan tetapi, BI menekankan jika cadangan devisa Indonesia posisinya masih berada pada level yang aman.














