KabarMakassar.com — Peningkatan inklusi masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) atas produk pasar modal menorehkan nilai yang cukup signifikan.
Hal tersebur tercermin dari pertumbuhan Single Investor Identification (SID) sebanyak 16,25 persen (yoy) mencapai 427.336 SID pada posisi Juni 2025.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Moch Muchlasin mengatakan bahwa Provinsi Sulsel berada di urutan ke-7 dengan total SID terbanyak secara nasional.
“Investor Pasar Modal masih di dominasi oleh Reksa dana, namun pertumbuhan SID tertinggi berada di portofolio saham dengan pertumbuhan sebesar 28,69 persen,” ungkap Muchlasin dalam keterangan resminya, Minggu (17/08).
“Sampai dengan Juni 2025, akumulasi transaksi saham tembus hingga Rp13,05 triliun lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode Juni 2024 yang mencapai Rp9,36 triliun,” tambahnya.
Selain itu, ia turut membeberkan terkait dengan perkembangan sektor lembaga pembiayaan, perusahaan modal ventura, lembaga keuangan mikro dan lembaga jasa keuangan lainnya (PVML) di Sulsel.
“Pada sektor PVML di Sulsel per Juni 2025, total piutang perusahaan pembiayaan tumbuh 1,37 persen menjadi Rp18,77 triliun, total pembiayaan perusahaan modal ventura tumbuh 1,15 persen mencapai Rp373 miliar, serta outstanding pembiayaan fintech P2P lending tumbuh 37,46 persen mencapai Rp2,04 triliun,” imbuhnya.
Pada posisi April 2025, total pinjaman yang disalurkan pada perusahaan pergadaian tumbuh 29,55 persen mencapai dengan Rp8,47 triliun.
Lebih lanjut, ia turut menyampaikan tentang perkembangan sektor perasuransian, penjaminan dan dana pensiun (PPDP) di Sulsel.
“Pada sektor PPDP per Juni 2025, total aset dana pensiun tumbuh sebesar 5,80 persen menjadi Rp1,68 triliun dan total penjaminan pada perusahaan penjaminan tumbuh 26,36 persen menjadi Rp884 miliar. Sedangkan pada perusahaan perasuransian tercatat kontraksi pada total premi sebesar -8,76 persen,” pungkasnya.










