kabarbursa.com
kabarbursa.com

Kinerja Perbankan Sulsel Tangguh, Aset Capai Rp207,78 Triliun

Literasi Keuangan Meningkat, Jangkauan Edukasi OJK Sulselbar Tembus 1,8 Juta Masyarakat
Ilustrasi OJK (Dok: KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Barat menilai jika sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan sampai dengan Juli 2025 tetap stabil dan tangguh.

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Moch Muchlasin mengungkapkan jika hal itu tercermin dari pertumbuhan positif pada sektor perbankan, pasar modal, juga industri keuangan non-bank.

“Pada posisi Juli 2025, kinerja perbankan di Sulawesi Selatan tetap terjaga dengan pertumbuhan positif pada total Aset, Dana Pihak Ketiga dan Kredit,” ujar Moch Muchlasin berdasarkan keterangan yang diterima Senin (22/09).

Tercatat, total aset perbankan tumbuh sebesar 4,89 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp207,78 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 8,10 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp142, 85 triliun.

DPK di Provinsi Sulawesi Selatan didominasi oleh tabungan dengan share 58,36 persen. Adapun kredit yang disalurkan tumbuh sebesar 4,13 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp168,19 triliun.

“Penyaluran kredit di Sulawesi Selatan didominasi oleh penyaluran kredit produktif sebesar 53,67 persen, adapun pertumbuhan kredit didorong oleh kredit konsumtif yang tumbuh sebesar 7,43 persen,” paparnya.

Jika dilihat berdasarkan sektor ekonomi, kredit yang disalurkan pada sektor perdagangan besar dan eceran memiliki porsi terbesar dengan share 22,95 persen.

Kinerja intermediasi perbankan Sulsel terjaga dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) 119,84 persen dan tingkat rasio kredit bermasalah berada di level 3,05 persen.

Sementara itu, Perbankan Syariah turut menunjukkan pertumbuhan positif pada posisi Juli 2025.

Hal tersebut dapat dilihat dari aset perbankan syariah yang tumbuh sebesar 20,87 persen (yoy) menjadi Rp18,59 triliun, dengan penghimpunan DPK yang tumbuh 16,08 persen menjadi Rp12,91 triliun dan penyaluran pembiayaan yang juga tumbuh sebesar 20,37 persen (yoy) menjadi Rp15,76 triliun.

“Tingkat intermediasi perbankan Syariah berada pada level 122,00 persen dengan tingkat NPF pada level 2,06 persen,” tuturnya.

error: Content is protected !!