KabarMakassar.com — Indonesia dan Amerika Serikat telah menyepakati memberi tarif sebesar nol persen terhadap sejumlah produk kedua negara.
Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto. Ia menyebut jika ini menjadi hasil kesepekatan dagang bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Lebih lanjut ditekankan, jika produk Indonesia yang mendapatkan tarif nol persen diantaranya, kakao, minyak sawit, karet, rempah-rempah, komponen elektronik termasuk semikonduktor, komponen pesawat terbang.
Selain itu, diberikan pula tarif nol persen dengan mekanisme tarif rate quota, terkhusus untuk produk tekstil dan juga apparel Indonesia.
“Ini akan memberi manfaat untuk 4 juta pekerja di sektor tersebut dan jika dihitung dengan keluarga maka sangat berpengaruh terhadap 20 juta masyarakat Indonesia,” ujarnya, dikutip Jumat (20/02).
Bukan hanya itu, Airlangga mengatakan, bahwa Indonesia turut memberi tarif nol persen pada produk Amerika Serikat yang diimpor.
“Terkhususnya produk pertanian, misalnya gandum dan kedelai. Dengan hal itu, maka masyarakat membayar tarif n persen untuk barang yang diproduksi dari gandum dan kedelai,” ucapnya.
“Yang dimaksud ialah mie instan, tempe dan tahu, masyarakat tidak akan dikenai tambahan biaya terhadap bahan baku yang kami impor dari AS,” tambahnya.
Kesepakatan lainnya dari Indonesia dan Amerika Serikat ialah tidak dikenakan biaya masuk transaksi elektronik.
Sebagai informasi, perjanjian berlaku 90 hari usai proses hukum dirampungkan oleh pihak yang terlibat, konsultasi dengan DPR serta Amerika Serikat dengan proses internal.














